40 Rumah Sakit Indonesia Berproses Mendapat Sertifikasi Syariah

- Rabu, 27 Februari 2019 | 12:10 WIB
Ketua Umum Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi), Masyhudi, saat ditemui di Rumah Makan Raja Sunda, Kranji, Bekasi Barat, Selasa (26/2/2019). (Ananda M Firdaus/ayobekasi.net)
Ketua Umum Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi), Masyhudi, saat ditemui di Rumah Makan Raja Sunda, Kranji, Bekasi Barat, Selasa (26/2/2019). (Ananda M Firdaus/ayobekasi.net)

BEKASI BARAT, AYOBEKASI.NET -- Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) menyatakan sebanyak 40 rumah sakit di tanah air sedang berada dalam proses untuk mendapatkan sertifikasi syariah. Puluhan rumah sakit tersebut akan menyusul belasan rumah sakit lainnya yang telah mendapat sertifikasi itu di Pulau Jawa dan Sumatera.

"Saat ini ada rumah sakit yang sedang berproses untuk mendapatkan sertifikasi syariah tersebut," ungkap Ketua Umum Mukisi, Masyhudi, saat ditemui di Rumah Makan Raja Sunda, Kranji, Bekasi Barat, Selasa (26/2/2019).

AYO BACA : Kebutuhan Kesehatan Syariah, Mukisi Gelar Konferensi Kesehatan Islam

Mukisi sendiri merupakan institusi yang bergerak di bidang kesehatan yang bernafaskan Islam dengan konsen pada pelayanan dan pendidikan kesehatan Islam. Lembaga ini melihat trend gaya hidup halal masyarakat, yang menjadi peluang bagi dunia perumahsakitan berikut usaha penyertanya. 

Masyhudi menjelaskan, sertifikasi syariah berlaku bagi rumah sakit manapun, tak terkecuali rumah sakit yang sudah melabeli institusinya sebagai rumah sakit Islam. Untuk mendapatkan sertifikasi tersebut, rumah sakit harus memenuhi 133 aspek penilaian, yang meliputi sumber daya manusia (SDM), pelayanan, hingga obat-obatan.

AYO BACA : Peserta Aktif BPJS Masih Bisa Gunakan KS Asal Bukan PBI

Menurutnya, mendapat sertifikasi halal tidak membuat rumah sakit menjadi esklusif atau cenderung membatasi jenis pelayanan. Justru lewat penilaian berbagai elemen, pelayanan kesehatan bisa lebih terpercaya. Dalam menentukan label halal, rumah sakit juga bisa menggandeng MUI. 

Usai mendapatkan sertifikasi halal, Mukisi dengan MUI akan terus melakukan pemantauan terhadap rumah sakit yang mendapat sertifikasi. Hal itu untuk menjaga mutu dan standarisasi yang sekiranya telah ditetapkan pada rumah sakit tersebut. 

“Ada namanya mutu wajib syariah, untuk menjaga bagaimana akidah seorang pasien yang beragama Islam tetap terjaga sampai sakratul maut menjemput. Maka pasien tersebut wajib hukumnya mendapat bimbingan untuk menuju khusnul khatimah," kata Masyhudi mencontohkan bentuk pelayanan rumah sakit yang mendapat sertifikasi syariah. 

Sejumlah rumah sakit yang telah mendapat label rumah sakit syariah tersebar di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Sumatera. Rumah sakit-rumah sakit itu yakni Rumah Sakit Islam, Rumah Sakit Asih Sangiang, Rumah Sakit Sari Asih Arrahmah, Rumah Sakit Islam Bandung, Rumah Sakit Zainal Abidin, Rumah Sakit Ibnu Sina Aceh, Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, Rumah Sakit PKO Muhamadiyah Yogyakarta, Rumah Sakit PKO Muhammadiyah Wonosobo, Rumah Sakit Lamongan, dan Rumah Sakit PDHI Yogyakarta.

AYO BACA : Kebijakan KS NIK Non-BPJS Dinilai Kontraproduktif

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Tiga Fakta Menarik Rights Issue BBTN

Kamis, 17 November 2022 | 12:00 WIB

8 Tips Dapat Tiket Promo Pesawat Lebih Mudah

Selasa, 18 Oktober 2022 | 14:54 WIB

BI Fast Jawab Kebutuhan Transaksi Murah

Kamis, 10 Maret 2022 | 10:00 WIB

5 Rekomendasi Hotel di Jakarta untuk Business Trip

Kamis, 17 Februari 2022 | 11:34 WIB
X