Kudeta Myanmar: Situasi Makin Memanas, Militer Klaim Ambil Alih Negara

- Senin, 1 Februari 2021 | 15:17 WIB
Panglima militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing. (AFP)
Panglima militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing. (AFP)

MYANMAR, AYOBEKASI.NET – Situasi keamanan di Myanmar semakin tak kondusif dan memanas. Kudeta kekuasan yang dilakukan militer telah menguasai negara itu.

Militer melakukan penculikan terhadAP Aung San Suu Kyi dan sejumlah tokoh serta para pemimpin politik, Senin (1/2/2021) dini hari.

Menyadur BBC News, beberapa jam setelah penangkapan para pemimpin sipil, TV militer Myanmar mengumumkan dan mengonfirmasi keadaan darurat selama satu tahun.

Kudeta terjadi setelah ketegangan meningkat antara pemerintah sipil dan militer karena persoalan pemilu bulan November 2020.

Liga Nasional untuk Demokrasi, mengumumkan kemenangan partai tersebut pada pemilu. Namun, militer menilai partai Aung San Suu Kyi tersebut melakukan kecurangan.

Otoritas militer mengatakan, mereka menyerahkan kekuasaan kepada panglima tertinggi Min Aung Hlaing, setelah Penasihat Negara Aung San Suu Kyi ditangkap dan ditahan.

Ketegangan antara pemerintah sipil dan militer di Myanmar semakin memanas sejak pemilihan November lalu.

Partai Suu Kyi memenangkan 396 dari 476 kursi. Namun pihak militer mengklaim hasil pemilihan diwarnai kecurangan. Klaim tersebut ditolak oleh komisi pemilihan Myanmar.

Pekan lalu, militer menolak untuk mengesampingkan kudeta sebagai jalan menggulingkan kemenangan pemilihan Liga Nasional untuk Demokrasi.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Satu Orang Positif Covid-19, Perth Terapkan Lockdown

Senin, 1 Februari 2021 | 14:56 WIB

Arab Saudi Siapkan PingMe untuk Gantikan WhatsApp

Jumat, 22 Januari 2021 | 12:43 WIB

5 Cemilan Favorit Keluarga Kerajaan Inggris

Rabu, 25 November 2020 | 14:33 WIB

FPI Sebut Presiden Prancis Seburuk-buruknya Mahluk

Senin, 2 November 2020 | 15:27 WIB

Ngeri! Covid-19 di Dunia Lampaui 30 Juta Kasus

Jumat, 18 September 2020 | 16:05 WIB

Negara Kaya Kembali Normal Setelah Pandemi pada 2022

Kamis, 17 September 2020 | 11:02 WIB

14 Negara Klaim Belum Disentuh Kasus Covid-19

Selasa, 25 Agustus 2020 | 09:20 WIB
X