Yamaha

Prostitusi Online Apartemen Center Point Tercium Sejak Kasus Kalibata City

  Selasa, 09 Oktober 2018   Ananda M Firdaus
Apartemen Center Point Bekasi

AYO BACA : Wali Kota Akan Bantu Sediakan Pelayanan SIM di GPP Mal Pondok Gede

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET -- Kasus prostitusi online yang terkuak oleh kepolisian di Apartemen Center Point Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada Sabtu (6/10) diakui para pelaku telah beroperasi sejak 7 bulan lamanya.

Sekretaris Perhimpunan Pemilik dan Penguni Rumah Grand Center Point (P3SR), Aji Ali Syahbana, mengatakan selaku pengelola, pihaknya justru tidak mengetahui bahwa hal tersebut sudah lama terjadi.

Pihaknya malah baru curiga dengan aktivitas prostitusi, tidak lama ini, sewaktu praktek penyimpangan sosial semacam ini kembali terungkap di Apartemen Kalibata City, Jakarta.

"Mungkin selama ini telah terjadi (Praktek prostitusi Apartemen Center Point) tapi kita enggak tahu (pasti), puncaknya ketika Apartemen Kalibata City ramai dengan kasus serupa akhirnya muncul ke Apartemen Center Point," ujar Aji, Selasa (9/10/2018).

Aji mengatakan, kecurigaan itu muncul lantaran banyak perempuan-perempuan asing diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK) ditemui di lingkungan apartemen. Mereka menggunakan pakaian-pakaian terlalu terang-terangan, terkesan sebagai penjaja seks, sehingga membuat heran penghuni apartemen.

"Siapa pun mungkin sering melihat, khususnya dengan ayam-ayam (PSK) yang tidak enak dipandang mata oleh anak kecil, orangtua, penghuni (apartemen) di sana," ujarnya.

Menyadari hal tersebut, dirinya mengaku, pihak pengelola tidak tinggal diam. Banyak langkah-langkah untuk mensterilkan keadaan. Salah satunya dengan melakukan sidak internal sampai menggandeng aparat berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Permintaan pengurus mengajukan ke kepolisian. Sebelumnya juga pernah (sidak) tapi tidak diekspose melibatkan kepolisian dan TNI, itu sudah beberapa kali dan puncaknya kemarin (6/10)," lanjutnya.

Mengenai dugaan keterlibatan oknum agen penyewa, Aji tidak menampiknya, namun hanya mengindikasikannya. Terlebih dugaan tersebut timbul lantaran Apartemen Center Point Bekasi mempunyai unit-unit yang disewakan per hari, sehingga bisa saja disalahgunakan.

"Saya pikir itu adalah oknum (agen), tapi saya tidak menuduh, tapi ada indikasi agen-agen membuka (sewa). Tentu kita dari pengurus tidak menginginkan adanya pemanfaatan kamar-kamar ini menjadi sarana prostitusi, dan kita sudah mengidentifikasi bahwa unit tersebut tidak (ditemui) untuk dilakukan sebagai lahan prostitusi. Kita tegaskan setelah melakukan razia-razia," ujarnya.

Dia menegaskan, pasca penangkapan para muncikari pada Sabtu lalu, beserta 21 PSK, unit-unit Apartemen Center Point Bekasi akan lebih diawasi. Kedepan pengelola akan intens berkoordinasi dengan aparat berwenang sehingga kejadian serupa tidak terulang.

AYO BACA : Supaya Tak Mangkrak, Bus Trans Patriot Perlu Perda Operasional


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar