Yamaha

Polisi Buru Sosok Mami Prostitusi Online Bekasi

  Senin, 08 Oktober 2018   Ananda M Firdaus
Sejumlah petugas Polres Metro Bekasi menunjukkan barang bukti hasil penangkapan para pelaku penyedia jasa prostitusi online di Bekasi, Senin (8/10/2018). (Ananda M Firdaus/Ayobekasi.net)
AYO BACA : Polres Metropolitan Bekasi Kota Ungkap Prostitusi Online Bawah Umur

AYO BACA : Polisi Bongkar Prostitusi Online di Apartemen Bekasi

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET -- Aparat kepolisian masih memburu terduga pelaku lainnya dari kejahatan prostitusi online yang dilakukan di Apartemen Center Point Bekasi, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Diketahui, sejauh ini baru ditetapkan tiga orang pria yang berperan sebagai muncikari. 
 
\"Sekarang kita baru menetapkan 3 orang tersangka, yakni Mustakim, Saputra, dan Jenio,\" ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Jairus Saragih, Senin (8/10/2018). 
 
Lewat penangkapan pada Sabtu (6/8) malam tersebut, polisi mengungkapkan bahwa prostitusi ini bermodus online. Para pelaku membuka pemesanan melalui jejaring media sosial whatsapp dan twitter. 
 
\"Begitu ada peminta, trus ok, bertemulah antara pemesan ini dengan germonya di kolam renang di apartemen atau di lobby. Begitu deal, tersangka memberikan akses kepada peminat untuk melihat kamar-kamar yang sudah ada perempuan-perempuan tersebut,\" terangnya. 
 
Pada malam tersebut, sebelumnya diamankan 21 wanita dewasa pekerja seks komersial (PSK) dan 3 orang pria berperan sebagai muncikarinya. Akan tetapi masih ada seorang terduga lainnya yang disebut sebagai \"mami\" dalam prostitusi ini. 
 
\"Ada lagi disitu yang masih kita kejar, namanya mami. belum dapat. Kalau tiga pria ini perannya untuk memfasilitasi pemesanan, kalau yang mami belum diketahui dengan jelas karena masih dikejar,\" ujar Jairus. 
 
Selain itu, pihaknya akan mengembangkan kasus dugaan perdagangan orang ini kepada agen Apartemen Center Point Bekasi lantaran diketahui aktivitas prostitusi telah berjalan cukup lama, sejak 7 bulan lalu. 
 
\"Ini yang masih kita dalami, karena kita belum sempat untuk memanggil agen-agen yang ada disitu. Nanti kami kabarkan lagi, kan, baru kemarin pemeriksaan, belum sempat  dipanggil bahwa unit-unit kamar disitu dijadikan lahan prostitusi,\" ujarnya. 
 
Para tersangka biasa menarif jasa prostitusi seharga Rp500.000-Rp800.000 untuk satu kali transaksi. Dari sana, tersangka membayar biaya sewa apartemen seharga Rp300.000-Rp350.000. Kemudian sisa keuntungan di bagi antara para pelaku. 
 
Sementara hasil penggeladah dalam operasi tersebut, kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain uang sebesar Rp4.500.000, sejumlah telepon genggam, mainan dan alat kontrasepsi seks. 
 
Akibat perbuatannya, para tersangka pelaku praktek penyedia prostitusi itu kini mendekam di sel tahanan Polres Metro Bekasi Kota, mereka dijerat sebagaimana dalam Pasal 296 atau 506 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

AYO BACA : Polisi Berhasil Ungkap Prostitusi Online di Bekasi


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar