Yamaha

Ini Poin Penting saat Perpanjangan PSBB di Jakarta

  Senin, 25 Januari 2021   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi

JAKARTA, AYOBEKASI.NET – Sejalan dengan keputusan pemerintah pusat untuk memperpanjang masa pembatasan sosial Jawa-Bali, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga  8 Februari 2021.

Perpanjangan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) No. 51 Tahun 2021 terkait Perpanjangan Pemberlakuan Jangka Waktu dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah.

AYO BACA : Temukan Pelanggaran PSBB di DKI Jakarta? Begini Cara Lapornya!

Keputusan tersebut juga didasari dari data yang dihimpun Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta terkait laju pertambahan kasus aktif di Jakarta dalam dua pekan terakhir yang masih tinggi.

Kasus aktif pada 11 Januari 2021 sebanyak 17.946 dengan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sebanyak 208.583 kasus. Sedangkan, per 24 Januari 2021, jumlah kasus aktif meningkat 34 persen menjadi 24.224, dengan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sebanyak 249.815 kasus.

AYO BACA : Berkunjung ke RSUD Cengkareng, Pesan Mengharukan Anies: Covid-19 Itu Nyata

“Jumlah kasus aktif sebesar 24.224 ini melampaui dari titik tertinggi kasus aktif yang ada di Jakarta. Sehingga, ini merupakan pesan kepada kita semua bahwa pandemi belum berakhir,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti, pada Minggu (24/1).

Pemprov DKI Jakarta membuat rincian dari aturan yang harus dijalankan oleh tempat kerja/fasilitas umum dan transportasi/pergerakan orang selama masa PSBB ketat ini. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

1.      Perkantoran swasta, pemerintah, BUMN/BUMD harus menerapkan kebijakan berupa 75% karyawannya harus bekerja dari rumah (Work From Home)

2.      Satuan pendidikan harus menerapkan 100% aktivitasnya secara daring

3.      Tempat ibadah maksimal 50% jamaah

4.      Moda transportasi, menjalankan pembatasan kapasitas orang

5.      Warung makan, rumah makan, kafe, restoran, pedagang kaki lima/lapak jajanan harus menerapkan makan di tempat dengan maksimal 25%, beroperasi maksimal pukul 20.00 WIB, pesan antar dan take away sesuai jam operasional

6.      Fasilitas pelayanan kesehatan tetap beroperasi 100%

7.      Area publik dan tempat lain yang dapat menimbulkan kerumunan dihentikan sementara

8.      Pusat perbelanjaan maksimal tutup pukul 20.00 WIB

9.      Konstruksi tetap beroperasi 100%

Lalu pada transportasi/pergerakan orang, kebijakan pada masa PSBB ketat DKI Jakarta adalah sebagai berikut:

1.      Ganjil genap (mobil pribadi) tidak berlaku

2.      Mobilitas kendaraan pribadi maksimal 50% dari kapasitas kecuali berdomisili di alamat yang sama

3.      Kendaraan angkutan umum massal maksimal penumpang 50% dari kapasitas

4.      Taksi (konvensional dan online) maksimal penumpang 50% dari kapasitas

5.      Kendaraan rental maksimal penumpang 50% dari kapasitas

6.      Ojek (online dan pangkalan) tetap diperbolehkan mengangkut penumpang sesuai kapasitas (100%)

7.      HBKB ditiadakan.

AYO BACA : Evaluasi PPKM Tahap I, Bekasi Masuk Daerah Prioritas Perpanjangan PPKM Jilid II


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar