Yamaha

11.983 Nakes Jadi Penerima Vaksin Tahap Awal, Ini yang Dipersiapkan Pemkot Bekasi

  Selasa, 05 Januari 2021   Republika.co.id
ilustrasi -- penanganan pasien covid-19 oleh tenaga kesehatan (Ayobandung.com)
BEKASI, AYOBEKASI.NET -- 11.983 tenaga kesehatan selama Januari hingga April 2021 akan menjadi penerima vaksin tahap pertama. Menyambut hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bersiap untuk menjalankan proses vaksinasi dalam waktu dekat. 
 
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezy Syukrawati menyampaikan, Pemkot Bekasi belum mengetahui secara pasti vaksin apa yang akan diberikan oleh pemerintah pusat. Namun, sejauh yang diketahui saat ini yang diujicoba adalah vaksin Sinovac.
 
“Kita belum tahu, apakah Sinovac atau yg lainnya. Kita tunggu hasilnya. Tapi yang diujicobakan memang Sinovac,” jelas Dezy.
 
“Tinggal nunggu saja sih sebenarnya, cuma ya masalahnya kita juga tergantung kebijakan pusat. Itu kan lisiensinya mereka baru selesai untuk menyatakan bahwa vaksinnya siap edar yah. Mereka kalau sudah siap kita tinggal beres,” katanya.
 
Dia menuturkan, sebelum vaksin resmi disuntikkan ke penerima, akan dilakukan simulasi terlebih dahulu di internal layanan kesehatan. 
 
“Simulasi, di seluruh puskesmas sudah meminta mereka melakukan secara internal yah. Nah ini kita lagi berkomunikasi dengan rumah sakit agar mereka juga siap. Dengan asosiasi rumah sakit lagi berkomunikasi,” terangnya.
 
Dezy menjelaskan, saat ini vaksin yang hendak didistribusikan ke seluruh Indonesia termasuk Kota Bekasi disimpan di Biofarma, Bandung, Jawa Barat. Pihak pemkot, tinggal menunggu aba-aba dari pemerintah terkait dengan legalitas dan juga perizinannya. “Kalau sudah selesai, itu baru didistribusikan (ke Kota Bekasi),” ujarnya.
 
Hingga saat ini, jumlah tenaga kesehatan yang dijadwal menerima vaksin hingga April baru angka permulaan saja. Mengingat, jumlah layanan kesehatan di Kota Bekasi yang cukup banyak. “Tapi jatah awal, ini kita lagi mendata kembali, kan layanan di Kota Bekasi banyak,” tutur dia.
 
Dia menyebut, data tenaga kesehatan penerima vaksin ditentukan oleh pemerintah pusat melalui Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SI-SDMK). “Nah itu semuanya Kemenkes bukan kita. Jadi nggak ada data satu pun yang kita usulkan, kecuali nanti kita dikasih data, kita kroscek, kalau ada yang salah kita menambahkan,” terangnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar