Yamaha

Banyak yang tak Minat Prabowo Nyapres 2024, Sandiaga Uno Potensial

  Jumat, 01 Januari 2021   Icheiko Ramadhanty
Prabowo Subianto. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBEKASI.NET -- Banyak yang tak berharap Prabowo Subianto mencalonkan lagi sebagai presiden. Ini seperti tergambar dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) baru-baru ini yang menunjukkan adanya peralihan suara pemilih Partai Gerindra jika ketua umumnya itu mencalonkan diri di Pilpres 2024.

Meski hasil survei menunjukkan bahwa Eks Danjen Kopassus itu berada di peringkat kedua, namun kecenderungan pemilih untuk memilihnya kembali bertarung cukup berkurang signifikan.

Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab mengatakan, berkurangnya minat pemilih Partai Gerindra harus disikapi sebagai sinyal keinginan kader dan pemilih Gerindra akan wajah baru di Pilpres mendatang.

Kepopuleran Prabowo Subianto, kata Fadhli harus dimanfaatkan menjadi kekuatan elektoral bagi Gerindra khususnya kandidat yang akan diusung di Pilpres mendatang. Kalau tidak begitu, Fadhil menilai bisa saja pemilih Gerindra benar-benar beralih kepada pasangan yang bukan usungan Gerindra.

"Aku pikir Gerindra harus menangkapnya sebagai sinyal keinginan pemilih Gerindra akan kemunculan wajah baru yang diusung di Pilpres mendatang," katanya dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (31/12/2020).

Fadhli mengatakan, melihat dinamika politik dan ketokohan di partai berlambang kepala Garuda, hanya Sandiaga Uno yang memiliki elektabilitas sebagai Capres atau Cawapres di 2024 mendatang.

"Memang elektabilitas Sandi belum bisa menyamai Ketumnya Prabowo, tetapi perlu diingat dalam survei itu disebut bahwa Sandi cukup mendapat dukungan dari pemilih bukan Gerindra. Artinya tingkat elektabilitas Sandi bisa meningkat jika Prabowo legowo menarik diri sebagai kandidat," jelas Fadhli.

Analis politik asal UIN Jakarta itu juga mengatakan Sandiaga bisa saja diduetkan dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang sedang memimpin klasmen survei.

"Maka itu, Prabowo diharapkan tak boleh 'alergi' jika nantinya muncul duet Ganjar-Sandi di 2024," tutur dia.

"Kalau Gerindra ingin berjaya Prabowo mestinya legowo, memandatkan Sandi di Pilpres mendatang. Prabowo bisa jadi king maker bersama Megawati dan Pak Jokowi. Ini soal legacy (kebijakan) rekonsiliatif," pungkasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar