Yamaha

Pemprov Jabar Usulkan Masa Libur Akhir Tahun Dikurangi

  Senin, 30 November 2020   Nur Khansa Ranawati
ilustrasi tempat wisata. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

BANDUNG, AYOBEKASI.NET -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengusulkan libur panjang akhir tahun bertepatan Natal, pengganti cuti Lebaran, dan Tahun Baru pada Desember 2020 untuk dipersingkat. Hal ini guna menekan lonjakan kasus Covid-19 akibat kerumunan di tempat wisata.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, ia lebih memilih opsi pengurangan libur panjang akhir tahun ketimbang dua opsi lainnya. Yakni jumlah hari libur sama seperti tahun sebelumnya, atau dihilangkan sama sekali.

"Kalau saya cenderung mengusulkan (libur panjang akhir tahun) dikurangi (harinya)," kata Emil, sapaan Ridwan Kamil saat mengikuti forum diskusi bersama pimpinan redaksi media massa, di Ahadiat Hotel, Kota Bandung, Sabtu (28/11/2020).

Ia mengatakan, jika libur ditiadakan sama sekali, maka perekonomian tidak berjalan. Namun,  jika libur tidak dipersingkat, maka potensi penularan Covid-19 meningkat

"Jadi usulan dari Jabar adalah jumlahnya jangan sepanjang (akhir) tahun karena berat buat kami (jika terjadi lonjakan) dalam menanganinya," ungkapnya.

Adapun berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, libur akhir ditetapkan mulai Kamis, 24 Desember 2020, hingga Jumat, 1 Januari 2021.

Rinciannya: Kamis, 24 Desember 2020 adalah Cuti Bersama Hari Natal; Jumat, 25 Desember 2020 Hari Natal, 26-27 Desember 2020 libur akhir pekan; Senin-Kamis, 28-31 Desember 2020 merupakan pengganti cuti bersama Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2020; dan 1 Januari 2021 libur tahun baru.

Jika dirangkai libur akhir pekan pada 2 dan 3 Januari 2021, total hari libur tanpa jeda adalah 11 hari.  Emil mengatakan, keputusan libur panjang bulan depan harus direfleksikan dengan hal-hal yang telah terjadi sebelumnya.

Pada libur panjang cuti bersama akhir Oktober 2020, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jabar melakukan rapid test acak terhadap 1.500 wisatawan yang melintas di jalan dan area wisata. Hasilnya, dari 400 orang yang reaktif dan dilanjutkan dengan swab test uji Polymerase Chain Reaction (PCR), ada 10 orang yang dinyatakan  positif.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar