Yamaha

Gempa Guncang Selat Sunda, Ini Analisis BMKG

  Minggu, 15 November 2020   Firda Puri Agustine
Tumisu dari Pixabay.

BANTEN, AYOBEKASI.NET - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi penjelasan mengenai gempa magnitudo 4,9 yang mengguncang wilayah Selat Sunda, Sabtu (14/11/2020) malam. 

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dimana Lempeng Indo-Australia menujam ke bawah Lempeng Eurasia dengan bidang kontak di bawah Selat Sunda sehingga terjadi deformasi/patahan batuan. 

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Daryono dalam keterangannya, Minggu (15/11/2020).

Adapun guncangan gempa dirasakan di Bayah, Cikesik, Ciptagelar, Panggarangan III MMI, Carita, Panimbang, Cimanggu, Labuan, Malingping II-III MMI, Cikotok, Rangkasbitung, dan Sawarna II MMI. 

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa dan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya. 

Informasi terbaru, hasil monitoring BMKG pada hari ini pukul 04.28 WIB terjadi gempa susulan sebanyak satu kali dengan kekuatan magnitudo 3,0 dan tidak berpotensi tsunami. 
 


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar