Yamaha

Cuma 32 Persen Masyarakat yang Komitmen Terapkan Protokol Kesehatan

  Jumat, 13 November 2020   Republika.co.id
Ilustrasi aktivitas warga di tengah pandemi Covid-19. (ayobandung/Irfan Al Faritsi)

JAKARTA, AYOBEKASI.NET -- Masih banyak masyarakat yang enggan melaksanakan protokol kesehatan. Ini menjadi keprihatinan Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Sonny B Harmadi.

Ia menekankan pentingnya mencegah penularan Covid-19 lewat aksi mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak (3M).

"68 persen merespons informasi untuk patuh 3M. Tapi hanya 32 persen yang bilang berkomitmen untuk melaksanakannya," kata Sonny B Harmadi dalam talkshow virtual pada Kamis (12/11).

Sonny menyebut sebagian masyarakat juga ada yang menolak diedukasi soal bahaya Covid-19.

Dari kalkulasinya, diperkirakan jumlah kelompok masyarakat itu sekitar 25 ribu orang dari total 3,5 juta yang  mendapat sosialisasi.

"Untuk menambah jumlah masyarakat yang mau melakukan perubahan perilaku dan melakukan 3M, kami gunakan bahasa daerah dan kearifan lokal," ujar Sonny.

Atas dasar ini, BNPB (Satgas Covid-19) membuka pendaftaran Duta Perubahan Perilaku di seluruh Indonesia. Mereka bertugas memantau pelaksanaan 3M di daerahnya masing-masing.

Sonny optimis kehadiran mereka bermanfaat memutus rantai penularan Covid-19. "Antusiasme luar biasa. Dalam 25 hari sudah 29 ribu masyarakat yang gabung," sebut Sonny.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, pendaftar Duta Perubahan Perilaku didominasi rentang usia 25-44 tahun dan 45-54 tahun.
Mayoritas dari mereka berstatus anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Adapun dari segi gender, 62,16 persennya ialah perempuan dan sisanya laki-laki.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar