Yamaha

Siasati Pandemi, Tukang Sate di Bekasi Banting Setir Jadi Perajin Paludarium

  Jumat, 16 Oktober 2020   Firda Puri Agustine
Kerajinan paludarium hasil karya warga Mustika Jaya, Kota Bekasi. (Ist/Adhi Taufik)

MUSTIKA JAYA, AYOBEKASI.NETPandemi Covid-19 menghadirkan cerita dan kreativitas baru bagi sebagian masyarakat di Kota Bekasi. Salah satunya datang dari warga Mustika Jaya, Kota Bekasi.

Adhi Taufik sebelumnya merupakan pengusaha sate kikil yang membuka lapak di daerah Ciketing, Mustika Jaya. Usaha tersebut ikut terdampak pandemi yang justru memberi peluang baru dengan menjadi perajin paludarium.

“Penjualan sate turun drastis sejak ada corona. Nah, sambil nunggu orang beli sate, saya buat kreasi baru. Improvisasi aja ceritanya,” kata Adhi kepada Ayobekasi.net, Jumat (16/10/2020).

Paludarium sendiri merupakan sebuah karya seni yang bentuknya mirip dengan akuarium.  Kebanyakan difungsikan sebagai hiasan, namun bisa juga dijadikan medium reproduksi hewan atau tumbuhan di akuarium.

Adhi terinspirasi dari sebuah pot yang rusak, yang kemudian dikombinasikan dengan bahan-bahan lain agar terbentuk sebuah paludarium. Proses pembuatannya sendiri memakan waktu antara empat hingga lima hari.

“Awalnya nemu pot pecah terus saya buat sendiri pakai bahan-bahan yang mayoritas bisa didaur ulang kayak pot bekas, kain bekas yang direndam semen. Untuk miniaturnya dari kawat aluminium kasa nyamuk,” ujarnya.

“Semua bahan di sekitar kita bisa saya manfaatkan,” lanjut dia.

Sejak pandemi, justru karya seni seperti ini ramai diminati. Adhi pun menerima pesanan bentuk lain seperti miniatur bangunan serta hiasan rumah berbentuk senada.

“Saya terima pesanan miniatur segala bentuk bangunan, asal disiapkan foto yang dimaksud atau contohnya,” kata Adhi.

Saat ini ia masih menawarkan produk kerajinannya secara offline. Namun, tidak menutup kemungkinan akan membuka toko secara online melalui marketplace. Adapun harganya berkisar dari Rp400 ribu hingga Rp1,2 juta tergantung pada bahan.

“Sejak dua sampai tiga bulan ini karya saya sudah laku 17 buah,” ujarnya.

Lebih jauh, Adhi berharap agar pegiat ekonomi kreatif seperti dirinya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Bekasi untuk bisa semakin berkembang.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar