Yamaha

Dijual Kisaran Rp200 Ribu, LP POM MUI Bakal Audit Halal

  Kamis, 15 Oktober 2020   Icheiko Ramadhanty
ilustrasi halal.

JAKARTA, AYOBEKASI.NET -- Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menjamin bahwa harga vaksin Covid-19 asal perusahaan Tiongkok, Sinovac, tidak memberatkan Pemerintah Indonesia. Sebagaimana diketahui, harga per dosisnya akan dijual dengan kisaran Rp200 ribu.

“Sebab biaya pengiriman tiap dosisnya pun sekitar 2 dollar Amerika. Intinya, Bio Farma berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah menghadirkan vaksin Covid-19 dengan harga terjangkau untuk memberi perlindungan bagi penduduk Indonesia,” ujar Honesti dalam keterangan resminya, Rabu (14/10/2020).

Honesti melanjutkan, dalam surat resmi yang disampaikan oleh Sinovac, menyampaikan bahwa dalam penentuan harga vaksin Covid-19, ada beberapa faktor yang menentukan harga vaksin. Salah satu faktornya adalah tergantung pada investasi pada studi klinis fase 3 terutama dalam uji efikasi dalam skala besar.

Untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin Covid-19 mulai dari bahan baku dan lainnya, kata Honesti, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan terbang ke Sinovac di Tiongkok untuk visit audit proses pengembangan dan produksi vaksin Corona di fasilitas Sinovac di Beijing, termasuk LP POM MUI untuk melaksanakan audit halal.

BPOM juga akan memastikan fasilitas dan proses produksi Vaksin Covid-19 di Bio Farma memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP). Saat ini, uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 masih berjalan di minggu kedua Bulan Oktober 2020 ini.

Data terakhir menunjukan sampai dengan tanggal 9 Oktober 2020, 843 relawan yang sudah mendapat penyuntikan kedua, dan 449 relawan dalam tahap pengambilan darah pasca penyuntikan kedua/masuk periode monitoring. Hingga saat ini Uji Klinis tahap 3 berjalan lancar dan belum ada dilaporkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius akibat pemberian suntikan calon vaksin Covid-19.

Berdasarkan informasi terbaru, saat ini Indonesia telah mengantongi prioritas vaksin dari perusahaan farmasi AstraZeneca (AZ) yang berbasis di Inggris. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, bersama Menteri BUMN, Erick Thohir, berhasil menindaklanjuti penandatanganan antara AZ dan Kementerian Kesehatan Indonesia.

Dari hasil kerjasama tersebut, nantinya Indonesia akan mendapatkan 100 juta vaksin untuk tahun 2021. Pengiriman pertama diharapkan dapat dilakukan pada semester pertama tahun 2021 dan akan dilakukan secara bertahap.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar