Yamaha

Relasi Vitamin D dengan Infeksi Covid-19

  Kamis, 17 September 2020   Republika.co.id
Ilustrasi vitamin dan suplemen. (global.fncstatic.com)

JAKARTA, AYOBEKASI.NET -- Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa suplemen vitamin D mungkin bisa menurunkan risiko infeksi Covid-19, sebagaimana pada infeksi virus di saluran pernapasan.

"Vitamin D penting untuk fungsi sistem imun," jelas ketua tim peneliti Profesor David Meltzer dari University of Chicago Medicine, seperti dilansir Futurity, Rabu (16/9/2020).

Studi terbaru ini melibatkan 458 pasien yang selama satu tahun terakhir menjalani pemeriksaan kadar vitamin D. Data menunjukkan bahwa pasien dengan defisiensi vitamin D yang tak diobati memiliki risiko hampir dua kali lipat untuk terkena Covid-19, dibandingkan pasien yang memiliki kadar vitamin D cukup.

Tim peneliti menekankan bahwa studi ini hanya melihat kedua kondisi ini sering terlihat bersamaan. Studi ini tidak membuktikan adanya hubungan sebab akibat.

Studi ini juga menunjukkan bahwa defisiensi vitamin D lebih banyak ditemukan pada beberapa kelompok. Sebagian di antaranya adalah lansia, penghuni panti jompo, petugas layanan kesehatan, serta keturunan Afrika-Amerika.

Meltzer dan tim menekankan pentingnya studi lebih lanjut untuk mengetahui apakah suplementasi vitamin D dapat menurunkan risiko dan keparahan Covid-19. Meltzer dan tim juga menilai perlu dilakukan studi untuk mengetahui strategi suplementasi vitamin D yang tepat untuk kelompok-kelompok yang spesifik.

"Memahami apakah mengobati defisiensi vitamin D dapat mengubah risiko Covid-19 bisa menjadi sangat penting secara lokal, nasional, dan global. Vitamin D tidak mahal, umumnya aman untuk didapatkan, dan dapat disebarkan secara luas," ungkap Meltzer.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar