Yamaha

‘Mindo Bae’ Bawa Filosofi Betawi-Bekasi di Taman Irigasi

  Rabu, 19 Agustus 2020   Firda Puri Agustine
Taman Irigasi Danita, Bekasi Timur. (Ayobekasi.net/Firda Puri Agustine)

BEKASI TIMUR, AYOBEKASI.NET -- Suasana di Taman Irigasi Danita belum begitu ramai sore itu. Hanya ada ibu-ibu muda menyuapi anaknya makan sambil bermain, berlarian di rumput hijau. Tempat ini memang didesain sebagai fasilitas umum (fasum) bagi warga Perumahan Irigasi Danita, Bekasi Timur.

Namun, berbeda dengan fasum lain, taman ini dilengkapi area pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satunya lewat Mindo Bae. Bagi orang yang bukan berasal dari Betawi atau Bekasi, mungkin nama warung makan ini terkesan aneh.

“Mindo Bae itu diambil dari bahasa Betawi-Bekasi yang artinya ‘makan saja’. Ya, se-sederhana itu sih,” kata salah satu pendirinya, Wira Hardiyansyah kepada Ayobekasi.net, Rabu (19/8/2020).

Pria yang juga seorang chef ini bercerita, lahirnya Mindo Bae berawal dari keinginan ia bersama tiga temannya, Faisal, Andri, dan Alam untuk bisa memberdayakan warga. Terlebih, pandemi Covid-19 memberi dampak yang luar biasa bagi perekonomian masyarakat.

IMG-20200815-WA0023
Anak-anak muda RW 14 Perumahan Irigasi dirikan Mindo Bae untuk berdayakan warga di tengah pandemi Covid-19. (Ayobekasi.net/Firda Puri Agustine)

Hampir semua menu yang ada di warung tersebut ‘diisi’ oleh produk usaha warga RW 14 Perumahan Irigasi Danita, dari RT 1 hingga RT 15. Mulai dari dimsum, cireng, siomay, sosis bakar, sempol, hingga produk minuman.

“Kecuali mie kocok itu aku yang bikin,” ujarnya.

Warga bisa ‘menitipkan’ dagangan mereka secara bergantian. Keuntungannya dibagi lewat sistem konsinyasi, juga tidak boleh ada produk yang berasal dari luar warga Perumahan Irigasi Danita.

“Ibaratnya dari kita untuk kita-lah. Teman-teman yang kerja di sini semua ada 8 orang, mereka juga anak-anak Karang Taruna di sini,” kata Wira.

Sejak dibuka sebulan lalu, animo masyarakat cukup tinggi untuk datang ke sana. Selain menawarkan suasana taman yang natural, mereka juga bisa ngopi di Bale Samatri sambil duduk santai menikmati sajian live music. Biasanya di akhir pekan, Sabtu atau Minggu malam.

Soal protokol kesehatan juga tak kalah jadi perhatian. Di setiap sudut area taman tersedia alat cuci tangan portable. Begitu pula susunan meja dan bangku diberi jarak yang cukup jauh, sehingga pengunjung ikut merasa nyaman.

“Pengunjung juga mayoritas sudah pakai masker dan bawa hand sanitizer sendiri,” ujarnya.

Lalu, berapa harga menu yang ada di sini? Tidak terlalu mahal kok. Rata-rata berkisar dari Rp12 ribu hingga Rp25 ribu saja. Kalau mau mampir ke sini, mereka buka di sore hari hingga pukul 12 malam. Jangan lupa patuhi protokol kesehatan ya!


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar