Yamaha

Dokter Reisa Ingatkan Potensi Penularan Covid-19 Melalui Udara

  Rabu, 15 Juli 2020   Khoirur Rozi
Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro. (BNPB)

JAKARTA, AYOBEKASI.NET -- Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro mengingatkan potensi penularan Covid-19 melalui udara atau airborne. Meskipun penelitian mengenai hal itu masih dilakukan, setiap individu perlu tetap waspada mengantisipasi penularan, terutama saat di ruang tertutup berpendingin atau air conditioner.

Reisa mengatakan, hal pertama yang harus dilakukan setiap orang adalah memastikan sirkulasi udara di dalam ruangan benar-benar baik.

“Pastikan ruang kerja atau ruang tempat kita beraktivitas memiliki sirkulasi udara yang baik dan mendapatkan sinar matahari,” katanya dalam konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Berikutnya Reisa mengingatkan agar physical distancing tetap terjaga selama bekerja di dalam ruangan. Hindari ruangan tertutup dengan banyak orang di dalamnya.

Ketiga, lanjutnya, selalu pakai masker selama masih berada di luar rumah atau di tempat umum termasuk di ruangan kantor. Keempat, hindari memegang permukaan benda yang kotor digunakan bersama dengan orang lain.

“Segera mencuci tangan atau gunakan hand sanitizer, bila terlanjur memegang permukaan benda tersebut. Jangan menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi. Ingat, mata pun memiliki saluran langsung menuju ke saluran pernapasan. Artinya, mata bisa menjadi jalur masuknya virus SARS CoV-2  penyebab COVID-19 ini," jelasnya.

Kelima, bersihkan permukaan-permukaan benda yang ada di sekitar ruangan dengan cairan desinfektan secara teratur. Menurutnya, setiap orang harus benar-benar memahami bagaimana mencegah penularan Covid-19.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penularan Covid-19 umumnya melalu droplet atau percikan liur. Namun, WHO mendefinisikan penularan melalui udara disebabkan oleh penyebaran aerosol, yang melayang di udara dalam jarak dan waktu yang lama.

Menurutnya, teori menunjukkan bahwa sejumlah droplets pernapasan dapat menghasilkan aerosol. Sementara aerosol sendiri itu adalah tetesan pernapasan yang sangat kecil, sehingga dapat melayang di udara.

“Saya ulangi lagi, droplets adalah buliran dengan ukuran partikel lebih dari 5 mikrometer. Sedangkan aerosol ukurannya lebih kecil lagi, yakni kurang dari 5 mikrometer. Dan airborne adalah penularan via aerosol dalam jarak jauh,” ujarnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar