Yamaha

Orangtua Harus Tahu, Begini Beberapa Kiat Dampingi Anak saat Belajar

  Rabu, 15 Juli 2020   Ananda Muhammad Firdaus
ilustrasi. (Pixabay)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET -- Sekolah di Indonesia terutama di tingkat taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) masih harus menunggu untuk bisa memulai sistem belajar tatap muka kembali. Orangtua masih harus mengajarkan anak-anaknya di rumah.

Mendidik anak usia TK hingga SD membutuhkan cara dan trik yang berbeda daripada anak usia SMP atau SMA. Berikut kami rangkum beberapa trik yang bisa digunakan orangtua selama menemani anak belajar dari rumah.

Prioritaskan kesejahteraan anak
Pembelajaran bisa berhasil jika anak merasa senang dan aman. Oleh karena itu, orangtua harus memastikan memberikan kasih sayang yang cukup untuk anak.

Membuat rutinitas
Anak-anak membutuhkan struktur, jadi orangtua harus membuat dan konsisten pada rutinitas. Hal ini dapat membantu anak memahami kalau sekarang bukan waktunya liburan dan guru ingin melihat peningkatan dalam diri anak-anak.

Berikan anak sedikit kebebasan
Biarkan anak Anda ikut serta dalam membuat jadwal belajar mereka. Jika anak-anak ingin menaruh jadwal bermain yang banyak di pagi hari, Anda bisa memberi saran dan pilihan pada mereka.

Biarkan anak merasa bosan
Anda bisa membiarkan anak-anak Anda merasa bosan hingga akhirnya memilih belajar untuk menghilangkan kebosanan tersebut.

Batasi penggunaan gadget dan TV
Terlalu banyak menggunakan gadget tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental anak. Hal ini juga dapat mengganggu pola tidur mereka. Anda perlu memberikan pilihan kegiatan lain seperti olahraga, membaca buku, dan belajar keahlian baru.

Tekankan pada pembelajaran soal literasi dan angka-angka
Latih kemampuan anak dalam literasi dan angka. Anda bisa membantu anak mengulang dasar-dasar matematika seperti berhitung. Dorong anak Anda agar terbiasa menulis apa yang mereka lakukan hari itu atau membuat komik.

Buat kegiatan belajar jadi menyenangkan
Anak-anak memang harus patuh pada jadwal yang telah mereka buat. Tapi jangan lupa untuk membuat kegiatan belajar menyenangkan. Melukis, membuat kue, dan keluar rumah bisa dilakukan agar anak tidak jenuh.

Beri perhatian pada anak Anda
Dengarkan anak Anda. Dengar cerita mereka tentang apa yang harus mereka lakukan dan tantangan yang mereka hadapi saat belajar.

Pertimbangkan dampak isolasi sosial dan awasi anak
Agar anak tidak merasa terisolasi, dorong mereka untuk berinteraksi dengan teman-teman mereka.

Dorong anak untuk membaca
Entah itu membaca untuk orangtua, saudara atau diri mereka sendiri, dorong anak untuk membaca setiap hari. Tidak masalah membaca apapun.

Jangan buat anak bekerja terus menerus
Semakin kecil anak, semakin sedikit waktu bagi mereka untuk bisa diam dan belajar. Istirahat diperlukan untuk menjaga produktivitas anak.

Jangan berlebihan
Anak-anak memiliki batas waktu yang berbeda untuk belajar tergantung umur mereka. Kegiatan belajar itu harus mencakup kegiatan kreatif seperti seni, kerajinan, dan aktivitas fisik.

Biarkan anak Anda memimpin pembelajaran
Dorong anak Anda untuk mencari tahu hal-hal yang menarik bagi mereka dan melakukan eksperimen.

Bergerak saat waktu istirahat
Anda dapat mengajak anak Anda melakukan gerakan tertentu saat istirahat belajar. Gerakan ini bisa berupa tarian, meniru gaya berjalan binatang, dan lain sebagainya. Hal ini bisa membantu anak focus dalam belajar.

Perbanyak kegiatan di luar
Belajar di luar memiliki banyak manfaat untuk anak. Kemampuan anak untuk memahami lingkungan sekitar mereka berkembang, meningkatkan kemampuan penginderaan mereka, dan banyak manfaat lain untuk kesehatan fisik dan mental anak.

Puji kerja keras mereka
Memuji kerja keras dan perilaku spesifik anak-anak saat belajar lebih baik dibanding hanya memuji pencapaian mereka seperti, “kerja bagus karena telah menyelesaikan tugas Bahasa inggrismu.”

Bangun ikatan dengan anak
Nikmati waktu kebersamaan Anda dengan anak. Buat sebuah karya seni, buat makanan bersama, membuat video atau menari bersama. (Putri Shaina)


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar