Yamaha

Termasuk Bekasi, KPAI Terima 83 Laporan Terkait PPDB

  Kamis, 02 Juli 2020   Suara.com
ilustrasi -- Orang tua bersama anaknya berbincang dengan petugas terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBEKASI.NET -- Setidaknya sebanyak 83 laporan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 diterima Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Laporan itu datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Komisioner KPAI Retno Listyarti menjabarkan, dari 83 aduan tersebut 49 pengaduan atau 65,33% berasal dari DKI Jakarta. Sementara, 34,67% berasal dari Jawa Barat, yang meliputi Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Kota Depok).

Selanjutnya, Jawa Timur meliputi Pasuruan, Sidoardjo, dan Pasuruan. Disusul Jawa Tengah, Kota Semarang dan Purwokerto. Kemudian DI Yogyakarta, yakni Bantul; Provinsi Banten; Provinsi Lampung dari Bandar Lampung, Provinsi Kalimantan Tengah di Palangkaraya dan Sumatera Utara, meliputi Padang Sidempuan, Kota Medan dan Binjai.

Dari total tesebut, pengaduan masalah teknis mencapai 21,33% dan pengaduan terkait kebijakan 78,67%, dengan rincian:  6,67% terkait masalah domisili/KK; 2,67% tentang masalah jalur prestasi; 1,33% masalah perpindahan orangtua; dan dugaan ketidaktransparan PPDB di suatu sekolah dan ada laporan juga bahwa PPDB di Kota Bogor tetap menggunakan kriteria kedua nilai raport, tidak sesuai dengan Permendikbud.

"Adapun yang tertinggi adalah terkait kebijakan usia dalam PPDB DKI Jakarta sebanyak 66,67%," kata Retno saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2020).

Retno menyebut, masalah PPDB selalu muncul setiap tahun ajaran baru karena persebaran sekolah negeri yang tidak merata dan tidak bertambah.

"Terutama untuk jenjang pendidikan SMP dan SMA/SMK, bahkan tidak ada SMPN atau SMAN di suatu kecamatan. Sepertidi Kecamatan Jawa Meraja dan Kecamatan Hatonduon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Bahkan, di wilayah yang dekat dengan DKI Jakarta, sepeti Jawa Barat dan Banten," ucapnya.

Oleh karena itu, KPAI mengapresiasi daerah-daerah yang dalam empat tahun pelaksanaan PPDB sistem zonasi bersedia menambah unit sekolah baru (USB) seperti Kota Bekasi, Kota Tangerang, Kalimantan Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

“Bahkan Banten dalam RPJMD-nya mulai 2020 akan membangun SMAN baru di seluruh kecamatan se-Banten agar akses ke jenjang SMA dapat ditingkatkan. Kota Bogor juga mulai menambah unit sekolah baru di tiga kecamatannya yang tidak ada atau minim SMPN, salah satunya di Kecamatan Sereal”, tutup Retno.

Aduan ini disampaikan Retno kepada Inspektorat dua Itjen Kemdikbud Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Abi pada Kamis (2/7/2020) pagi ini.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar