Yamaha

Kasus DBD di Tengah Covid-19, Begini Respons Wali Kota Bekasi

  Selasa, 30 Juni 2020   Firda Puri Agustine
Ilustrasi nyamuk penyebab DBD. (pixabay)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET -- Munculnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di tengah pandemi Covid-19 ditanggapi biasa saja oleh Wali Kota Rahmat Effendi.

Dia memilih untuk tidak terlalu khawatir karena angka kematian akibat DBD di Kota Bekasi terbilang sangat rendah. Ditambah angka kesembuhan pasien Covid-19 yang semakin meningkat signifikan.

“Sepanjang masih ada peradaban kehidupan manusia dan makhluk bernyawa, penyakit pasti masih ada,” kata pria yang akrab disapa Pepen saat dihubungi Ayobekasi,net, Selasa (30/6/2020).

“Tinggal bagaimana kita menjaga kebersihan dan disiplin melakukan gerakan 3M (Menguras, Menutup, Mengubur) Plus untuk mencegah DBD,” lanjut dia.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bekasi, kasus DBD mengalami fluktuasi sejak bulan Maret hingga Mei 2020 dengan rincian pada Maret  165 kasus, April 178 kasus, dan Mei 169 kasus.

Kepala Bidang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezi Syukrawati mengungkapkan ada tiga wilayah yang mencatatkan kasus DBD paling banyak, yakni Bekasi Utara, Jati Asih, dan Bekasi Barat.

“Kasusnya tidak setiap bulan naik karena ada kalanya turun. Dan, semua alhamdulillah tidak ada yang meninggal dunia,” ujarnya.

Dia pun mengimbau pada warga agar menjaga kesehatan serta kebersihan lingkungan dan mematuhi protokol kesehatan yang ada seperti menggunakan masker, juga rajin mencuci tangan. 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar