Yamaha

VitPAD, VTM Tes Swab Buatan Unpad yang Bisa Jangkau Daerah Pelosok

  Kamis, 25 Juni 2020   Nur Khansa Ranawati
Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Hesti Lina memperlihatkan VitPAD, VTM sampel swab test yang tahan di suhu ruangan.

BANDUNG, AYOBEKASI.NET -- Saat ini, salah satu kendala dalam pengetesan Covid-19 di Indonesia adalah keterbatasan alat Viral Transport Media (VTM) guna menaruh hasil sampel swab untuk dibawa ke laboratorium.

Selain unitnya masih mengandalkan impor, produk VTM komersil yang beredar di pasaran saat ini juga memiliki sejumlah keterbatasan.

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Hesti Lina Wiraswati mengatakan bahwa VTM impor masih menemukan kendala bila tim pengetesan harus menjangkau daerah pelosok yang jauh dari lab. Pasalnya, VTM harus dibawa dengan menggunakan ice box karena tidak tahan dalam suhu kamar.

"Sekarang kan sedang digalakkan tes massal, butuh pemeriksaan yang banyak dan harus bisa jangkau pelosok. Kami berpikir bagaimana caranya membuat VTM produk lokal yang tahan di suhu kamar," ungkapnya dalam konferensi pers virtual di Gedung Sate Bandung, Kamis (25/6/2020).

Ia mengatakan, VTM yang tahan dalam suhu ruangan akan memudahkan perpindahan sampel dari tempat pengetesan atau faskes di tempat yang bersangkutan menuju laboratorium pemeriksaan. Selain itu, mengembangkan VTM buatan lokal akan dapat menekan ketergantungan impor sehingga pengetesan bisa dilakukan dengan lebih murah dan efisien.

Untuk itu, pihaknya saat ini telah berhasil memproduksi VTM yang dinamai VitPAD Iceless Transport System. Selain lebih murah dari VTM yang ada di pasaran saat ini, VitPAD juga relatif lebih aman karena virus dapat dinonaktifkan terlebih dahulu ketika dibawa.

"Kami sudah ujicoba dari 10 sampel positif yang dibandingkan dengan VTM komersil. Hasilnya konsisten VitPAD bisa tahan 15 hari di suhu kamar. Jadi tidak perlu ice box lagi," ungkapnya.

Saat ini, ia mengatakan, produk tersebut tengah berada dalam tahap validasi menggunakan jumlah sampel yang lebih besar. Pengurusan perizinan secara paralel juga tengah dilakukan. Pihaknya telah mendapat hibah dari pemerintah pusat untuk melakukan validasi tersebut.

"Rencananya kami akan bikin 3 ribu kit dulu untuk didistribusikan ke faskes-faskes terutama di Jawa Barat," jelasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar