Yamaha

Antisipasi Arus Balik Jakarta, Operasi Ketupat Diperpanjang

  Rabu, 27 Mei 2020   Khoirur Rozi
ilustrasi -- petugas polisi melakukan pemeriksaan terhadap pengendara dalam penerapan PSBB. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBEKASI.NET -- Polri memperpanjang Operasi Ketupat 2020 untuk mengantisipasi arus balik mudik kebaran ke Provinsi DKI Jakarta. Operasi Ketupat diperpanjang hingga 7 Juni 2020.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, Polri menyiagakan pos pemeriksaan berlapis mengamankan jalur keluar-masuk Jakarta. Bagi pengendara yang tidak memiliki surat izin keluar masuk (SIKM), akan diminta putar balik.

"Mereka yang akan masuk atau keluar Jakarta harus memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI Jakarta sebagaimana diatur dalam Pergub DKI Nomor 47 Tahun 2020," katanya saat telekonferensi pers, Rabu (27/5/2020).

SIKM berlaku untuk setiap orang yang ingin keluar-masuk Jakarta. Jika dalam satu mobil berpenumpang hanya satu orang yang memiliki SIKM, maka si pemilik surat tersebut boleh melanjutkan perjalanan. Sementara yang tidak bisa menunjukkan SIKM maka tidak boleh keluar atau masuk Jakarta.

"Jika ada yang tetap memaksa masuk Jakarta tanpa SKIM mereka harus menjalani karantina selama 14 hari di tempat yang sudah ditetapkan gugus tugas Covid-19 DKI Jakarta," tegasnya.

Polri mencatat, selama Operasi Ketupat 2020 jumlah pelanggaran sebanyak 9.541 kasus. Angka ini turun 7 persen dibandingkan dengan penindakan pada periode yang sama tahun 2019. Sementara jumlah laka lantas tahun ini sebanyak 52 kasus atau naik 100% dari periode yang sama tahun 2019.

Selain itu, sebanyak 87.636 kendaraan diminta putar balik di berbagai pos Operasi Ketupat. Petugas juga telah mengamankan 710 kendaraan yang melanggar larangan mudik berupa 698 travel gelap, 8 angkutan barang, dan 4 bus.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar