Yamaha

Pemudik Balik ke Karawang Dijadikan ODP Covid-19

  Rabu, 27 Mei 2020   Republika.co.id
Ilustrasi. (Dok. Jasa Marga)

KARAWANG, AYOBEKASI.NET -- Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, Fitra Hergyana mengatakan pemerintah sudah memberlakukan kebijakan Iarangan mudik sejak April lalu. Kendati sudah lama diterapkan, masih banyak calon pemudik yang nekat menerobos perbatasan.

"Ini menunjukan masih banyak masyarakat yang tidak disiplin melaksanakan anjuran pemerintah dan dapat menyebabkan segala upaya yang telah dilakukan pemerintah termasuk PSBB ini akan menjadi sia-sia," kata Fitra dalam keterangan tertulisnya yang diterima Republika, Rabu (27/5/2020).

Ia menuturkan pemerintah daerah tidak tinggal diam saja dengan kondisi tersebut. Tim gugus tugas bakal bergerak ke lapangan melalui RT/RW untuk mendata warga yang diketahui mudik.

Pendataan ini, kata dia, untuk mengantisipasi adanya gelombang penularan Covid-19. Para pemudik yang terdata kembali ke Karawang pun akan langsung berstatus ODP. Sebab dikhawatirkan membawa virus dari daerah asal masing-masing.

"Ada kemungkinan banyak ODP baru setelah ini," ujarnya.

Untuk update Covid-19, hingga hari ini belum ada penambahan pasien terkonfirmasi positif. Sementara, PDP berjumlah 365 orang, masih dalam pengawasan 51 orang, selesai pengawasan 287 orang dan meninggal dunia 27 orang. Reaktif rapid test berjumlah 250 orang, masih dalam observasi 28 orang, sembuh 198 orang dan meninggal dunia 24 orang.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar