Yamaha

Memaksa Masuk Jakarta Tanpa Surat Bisa Diisolasi

  Selasa, 26 Mei 2020   Republika.co.id
ilustrasi -- petugas polisi melakukan pemeriksaan terhadap pengendara saat penerapan PSBB. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBEKASI.NET -- Warga yang tidak mengantongi surat izin keluar-masuk (SIKM) tidak diperbolehkan memasuki wilayah Jakarta. Sanksi yang dilayangkan pun satu di antaranya adalah memutar balik arah kendaraan untuk kembali ke daerah asalnya.

"Kalau punya SIKM, boleh lewat karena mengurus SIKM itu ada persyaratannya yaitu dia memiliki kartu bebas Covid-19," kata Sambodo saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2020).

Sambodo menjelaskan, pemberian sanksi bagi warga yang tidak memiliki SIKM saat hendak masuk ke wilayah Jakarta mengacu pada Pergub 47 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dalam pergub itu, terdapat dua jenis sanksi.

"Pertama, dia putar balik. Kedua, kalau dia tetap mau masuk Jakarta, maka dia harus menjalani isolasi, karantina 14 hari di tempat-tempat yang sudah ditetapkan Gugus Tugas Covid DKI," ungkap Sambodo.

Dia menuturkan, seluruh orang yang berada di dalam kendaraan dari dan menuju Jakarta harus memiliki SIKM. Jika salah satu orang di dalam kendaraan tersebut tidak memiliki SIKM, maka mereka akan diberi sanksi.

AYO BACA : Permintaan Surat Izin Keluar Masuk Jakarta Melonjak

Di sisi lain, sambung dia, pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah terkait jangka waktu pemeriksaan SIKM di pos-pos penyekatan. Sebab, pemeriksaan SIKM bagi warga yang hendak masuk wilayah Jakarta digelar bersamaan dengan Operasi Ketupat 2020 sejak 24 April hingga H+7 Idul Fitri.

"Penyekatan untuk pelarangan mudik dilakukan sampai H+7 (Idul Fitri) yaitu berbarengan sama Operasi Ketupat. Tetapi untuk pemeriksaan terhadap SIKM akan berlanjut terus sampai ada keputusan dari pemerintah," imbuh Sambodo.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, warga yang dikecualikan dalam Peraturan Guberur (Pergub) 47 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar Masuk Jakarta dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, harus dilengkapi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Tanpa SIKM maka mereka tidak bisa berpergian.

"Mereka yang dikecualikan tidak otomatis bisa bepergian, tapi mereka harus mengurus surat izin secara virtual," kata Anies.

Surat tersebut dapat diurus secara daring melalui laman situs www.corona.jakarta.go.id. Di laman tersebut, masyarakat yang hendak membuat surat jalan tersebut, tinggal mengunduh form aplikasinya dan harus melengkapi dengan surat keterangan yang terkait dengan pekerjaannya, terkait dengan konfirmasi RT/RW serta bukti-bukti kegiatan yang akan dilakukan.

AYO BACA : Sulit Diakses, Pengurusan Izin Keluar Masuk Jakarta Dikeluhkan


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar