Yamaha

New Normal di Indonesia, Pengamat: Cukup Berat

  Kamis, 21 Mei 2020   Khoirur Rozi
ilustrasi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBEKASI.NET -- Istilah 'the new normal' di tengah pandemi Covid-19 sering terdengar belakangan ini. New normal sendiri merupakan perubahan perilaku menjalankan aktivitas normal dengan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Namun, menurut Sosiolog Universitas Indonesia, Daisy Indira Yasmine new normal sulit diterima masyarakat Indonesia. Sebab, masyarakat sudah memiliki kultur yang melekat sejak lama sehingga tidak mudah menerima perubahan.

"Kalau untuk masyarakat Indonesia saya pikir cukup berat ya, karena sebagian besar masyarakat kita itu komunal. Pada dasarnya nilai-nilai kita banyak yang ada unsur kebersamaan atau kedekatan secara fisik," katanya saat dihubungi Ayojakarta, Rabu (20/5/2020).

Lebih lanjut dia menjelaskan, cepat atau lambatnya new normal dapat diterima tergantung pada kebijakan pemerintah. Diperlukan adanya tekanan melalui kebijakan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan saat new normal nanti.

"Cepat lambatnya masyarakat beradaptasi dengan new normal tergantung kepada bagaimana pemerintah berkomunikasi dengan publik," ujarnya.

Namun, Daisy berpendapat, jika pemerintah benar-benar tegas menerapkan aturan protokol kesehatan bagi masyarakat, maka akan banyak tekanan.

"Kalau secara represif dilakukan maka new normal ini akan berlangsung dengan lebih tertib. Tapi implikasi negatifnya pasti banyak tekanan. Pemerintah harus berani tegas menindak mereka yang tidak menjalankan," jelasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar