Yamaha

Kebijakan Pemerintah Rumit, Pengamat: Komunikasi Perlu Diperbaiki

  Rabu, 20 Mei 2020   Khoirur Rozi
[Kartun Gag] Hantu Pun Takut Virus Korona karya Afrizal. (Ayosemarang.com)

JAKARTA, AYOBEKASI.NET -- Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menyoroti pola komunikasi pemerintah terkait pandemi Covid-19. Menurutnya, sejumlah statement pemerintah cenderung ambigu sehingga menimbulkan kontroversi.

AYO BACA : 60% Warga Jakarta di Rumah, Anies Sebut Penularan Covid-19 Turun

"Kebijakan yang terkesan tidak konsisten menimbulkan persepsi masyarakat bahwa kebijakan pemerintah itu tidak seirama. Oleh karena itulah saya kira perlu penjelasan secara detail soal kebijakan yang dikeluarkan atau diwacanakan," kata Karyono, Selasa (19/5/2020).

AYO BACA : 5 Mitos Soal Kepribadian Introvert dan Ekstrovert

Karyono menjelaskan, pemerintah perlu memperbaiki strategi kominikasi agar tidak salah persepsi oleh masyarakat. Dia mencontohkan wacana relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang disampaikan pemerintah. Menurutnya, pemerintah harus menjelaskan secara detail mengenai konsep relaksasi PSBB itu seperti apa.

"Perlu ada semacam strategi komunikasi lah menurut saya. Dalam membuat terminologi itu harus mudah dipahami masyarakat. Ini yang menurut saya masih kurang soal bagaimana membuat narasi atau bahasa yang mudah dipahami sehingga tidak menimbulkan salah persepsi," jelasnya.

Dia menambahkan, juru bicara pemerintah perlu menyederhanakan saat menyampaikan sebuah kebijakan. Sehingga, masyarakat tidak bingung dengan apa yang disampaikan oleh pemerintah.

"Diperlukan juru bicara yang bisa menyederhanakan kebijakan yang rumit itu menjadi sederhana. Saya kira itu ya yang penting karena beberapa kali kebijakan pemerintah itu selalu direspons negatif oleh publik," imbuhnya.

AYO BACA : PSBB Jakarta Diperpanjang Hingga 4 Juni


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar