Yamaha

Nasib Pedagang Takjil di Masa Pandemi, Berharap Cuan di Medsos

  Jumat, 24 April 2020   Firda Puri Agustine
ilustrasi pasar takjil. (Ayobogor.com)

BEKASI TIMUR, AYOBEKASI.NETPandemi Covid-19 mengubah kehidupan umat muslim di bulan Ramadan. Termasuk bagi pedagang takjil atau jajanan buka puasa di Kota Bekasi.

Mereka mulai mengubah sistem dagang, dari yang tadinya offline dengan membuka kios kaki lima di pinggir jalan, menjadi lebih aktif di media sosial (medsos) seperti Instagram, Facebook, dan sejumlah e-commerce.

Salah satu pedagang takjil musiman, Danti mengatakan bahwa dirinya sudah mulai mempromosikan takjil sejak pekan lalu. Alasannya beralih ke sistem online lantaran ingin sama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Inshaallah lebih aman karena saya perhatikan betul kebersihannya. Kalau di pinggir jalan risikonya jauh lebih besar. Kan kita enggak tahu pembelinya siapa aja, lagi sakit apa enggak,” kata Danti kepada Ayobekasi.net, Jumat (24/4/2020).

Selain itu, berjualan secara online juga dianggap lebih efisien, baik dari segi waktu maupun modal. Sebagai perbandingan, jika berjualan offline Danti merogoh modal hingga Rp500 ribu, maka dengan berjualan online, ia hanya perlu menyisihkan Rp300 ribu saja.

“Modal pasti lebih kecil karena enggak sewa tempat. Dengan modal yang lebih kecil, otomatis berharap untung yang lebih besar,” ujarnya.

Bila Danti mantap mengubah sistem dagang, lain lagi dengan Hani yang masih ragu berjualan online. Pasalnya, menggaet pembeli di media online tak semudah yang dibayangkan.

“Kalau offline kan kita tahu siapa target pasarnya. Sudah ada langganannya juga,” kata dia.

Meski begitu, ia juga ingin mencoba peruntungan serupa. Siapa tahu, cuan yang dihasilkan bisa berlipat ganda.

“Namanya usaha ya coba aja. Dagangnya offline sama online. Mudah-mudahan bisa laku,” ujarnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar