Yamaha

Driver Ojol Harapkan Bekasi Tak Berlakukan PSBB

  Selasa, 07 April 2020   Firda Puri Agustine
ilustrasi driver online. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

BEKASI TIMUR, AYOBEKASI.NETKebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bekasi tak diharapkan sejumlah mitra pengemudi ojek online (ojol). Mereka merasa aturan ini semakin menambah beban hidup yang kian berat.

Gunawan, pengemudi ojol di Bekasi Timur mengaku khawatir jika PSBB juga akan diterapkan di Bekasi. Pasalnya, kebijakan tersebut mengatur larangan bagi ojol mengangkut penumpang dan hanya diperbolehkan mengantar barang serta makanan.

“Kalau bisa Bekasi jangan ikutan PSBB kaya Jakarta-lah. Jangan bikin kami makin susah,” katanya kepada Ayobekasi.net, Selasa (7/4/2020).

Dia mengaku pendapatannya berkurang drastis sejak ada pandemi Covid-19 di Indonesia. Jika biasanya dalam sehari bisa mendapatkan uang Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, maka kini tak ada lagi. Dapat Rp50 ribu saja sudah bersyukur.

“Sehari malah bisa enggak dapat (order) sama sekali. Itu bukan cuma saya aja, yang lain juga sama,” ujarnya.

Pengemudi ojol lain, Husen mengaku sependapat. Dia berharap ada kebijakan lain yang lebih bisa mengakomodir para pekerja informal seperti dirinya, tanpa mengesampingkan kewaspadaan pada Covid-19.

“Cukup Jakarta ajalah yang ada aturan begitu (PSBB). Kalau bisa Bekasi punya aturan sendiri. Aturan jam malam sudah bagus,” katanya.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengaku pihaknya belum menentukan apakah Bekasi akan mengikuti langkah DKI Jakarta dengan memberlakukan PSBB atau tidak. Namun, yang pasti, kota ini memenuhi syarat untuk itu.

“Kalau dari kondisinya, sangat memenuhi syarat. Tapi, (soal PSBB) baru pembahasan internal,” ujarnya. 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar