Yamaha

Ini Tata Cara Mengurus Jenazah Pasien Covid-19

  Kamis, 26 Maret 2020   Khoirur Rozi
ilustrasi permakaman. (Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBEKASI.NET -- Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengeluarkan tata cara pemulasaran jenazah pasien Covid-19 melalui surat edaran bernomor 55/sE/Tahun 2020. Surat itu ditujukan kepada pimpinan rumah sakit, kepala suku dinas kesehatan DKI Jakarta, dan kepala puskesmas di Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti menjelaskan, masalah pelaksanaan pemulasaran jenazah pasien COVlD-19 menjadi tanggung jawab semua pihak. Untuk itu, dalam mengurus jenazah harus sesuai standar operasional presedur (SOP) Pemulasaran Jenazah COVID-19.

"Bertujuan untuk mencegah transmisi atau penularan penyakit dari jenazah ke petugas, pengunjung dan ke lingkungan," kata Widyastuti, belum lama ini.

Dia juga meminta petugas yang menangani Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal, namun belum ada hasil pemeriksaan COVlD-19, maka pemulasaran jenazah diperlakukan sebagai pasien positif.

Kemudian, Widyastuti juga memaparkan tata cara pemulasaran jenazah pasien COVlD-19. Seluruh petugas pemulasaran jenazah wajib menjalankan SOP penanganan pasien yang meninggal akibat penyakit menular, termasuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Kemudian petugas harus menjelaskan kepada pihak keluarga tentang penanganan khusus bagi jenazah yang meninggal dengan penyakit menular.

"Jika ada keluarga yang ingin melihat jenazah, diizinkan dengan syarat memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap sebelum jenazah masuk kantong jenazah," katanya.

Jenazah pasien COVlD-19 harus dibungkus kain kafan berbalut plastik agar kedap air, setelah itu diikat dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah.

"Pastikan tidak ada kebocoran cairan tubuh yang dapat mencemari bagian luar kantong jenazah. Pastikan kantong jenazah disegel dan tidak boleh dibuka lagi. Lakukan disinfeksi bagian luar kantong jenazah menggunakan cairan desinfektan," jelasnya.

Setelah itu, jenazah juga dimasukkan ke dalam peti kayu yang ditutup rapat, serta dilapisi kembali dengan plastik. Jika sudah demikian, maka peti tersebut tidak boleh dibuka kembali.

"Lalu didesinfeksi sebelum masuk ambulance," kata Widyastuti.

Dia juga menambahkan bahwa jenazah harus segera dimakamkan. Keluarga yang ingin mengikuti proses pemakaman diperbolehkan, namun harus tetap menjaga jarak antar orang.

"Sebaiknya tidak lebih dari 4 jam disemayamkan. Setelah semua prosedur pemulasaran jenazah dilaksanakan dengan baik, maka pihak keluarga dapat turut dalam penguburan jenazah tersebut," jelasnya.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar