Yamaha

Jangan Cemas, Pasien Positif Covid-19 Berusia 90 Tahun Bisa Sembuh

  Rabu, 25 Maret 2020   Suara.com
Ilustrasi.

JAKARTA, AYOBEKASI.NET -- Seorang Nenek berusia 90 tahun bernama Wood, yang positif Covid-19, berhasil sembuh.

Padahal, pihak keluarga dari nenek asal Washington itu sempat takut dan khawatir dengan kondisinya.

Pada awal Maret 2020, nenek tua dengan 11 cucu dan 15 buyut ini menjalani perawatan medis di Harboview Medical Center karena menunjukkan gejala terinfeksi virus cotonq.

Adapun gejala yang dialaminya seperti demam, batuk dan sesak napas.

Sebelumnya, nenek tua ini sudah menderita stroke sejak Januari 2020. Karena penyakitnya itu, dia tidak bisa berjalan, berbicara dan menggunakan tangan kanannya.

Belakangan, Washington masuk dalam salah satu wilayah yang terjangkit wabah virus corona Covid-19. Sedangkan, 60 kasus kematian akibat virus corona Covid-19 di Washington, setidaknya sebanyak 35 kasus berkaitan dengan panti jompo.

Beberapa hari berikutnya, Wood pun didiagnosis terinfeksi virus corona Covid-19. Keluarganya seketika panik karena Wood termasuk golongan orang yang rentan terinfeksi dan mengalami komplikasi.

Adapun kelompok orang yang paling rentan adalah orang tua, orang dengan penyakit bawaan, dan terlalu muda.

Wood sendiri sudah sangat tua dan memiliki penyakit bawaan stroke.

"Hati saya hancur ketika mendengarnya positif corona Covid-19. Saya sangat yakin dia akan baik-baik saja. Dia telah berjuang keras untuk bertahan hidup setelah mengalami stroke. Jadi dia pasti akan berusaha berjuang melawan virus," kata Cami Neidigh, salah satu anak Wood dikutip dari Fox News.

Namun, anak-anaknya tetap khawatir dengan kekuatan sang ibu yang sudah 90 tahun dengan stroke melawan virus corona Covid-19.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah berulang kali memeringatkan orang yang lebih tua, khususnya 65 tahun ke atas, orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah dan punya penyakit bawaan mungkin sangat berisiko bila terinfeksi virus corona Covid-19.

Selama Wood terinfeksi virus corona Covid-19, keluarganya pun hanya bisa melihatnya melalui jendela karena harus menjalani isolasi.

"Saya tahu bahwa dia akan merasa sedikit kecewa dan sedih, tapi itu hanya sementara. Saya tahu bisa akan kembali bangkit dan berusaha lebih baik. Dia selalu bertekad sehat. Saya ingat ketika dia jatuh dan pinggulnya patah pun ia cepat bangkit," kata Cami.

Namun, Cami tetap khawatir. Selama ini, sang ibu selalu bisa melewati segala masalah kesehatannya dengan dukungan keluarga. Kali ini, ibunya harus mengisolasi sendiri agar tidak menularkan virus ke anggota keluarga lainnya. Jadi, Cami takut bila sang ibu justru terpuruk.

Sampai akhirnya, staf medis mengizinan keluarga masuk setelah Wood terlihat menangis dan butuh dukungan anaknya. Keluarga masuk ruang isolasi wood mengenakan pakaian pelindung yang lengkap.

"Itu merupakan hadiah sekaligus kepiluan. Kami bisa menyentuh tangannya menggunakan sarung tangan, memeluk, berbicara dan menghiburnya. Biar dia tahu bahwa kami baik-baik saja dan jangan khawatir," ujarnya.

Tetapi, Wood telah membuat sejarah baru dan menampik kenyataan bahwa orang tua dengan corona Covid-19 rentan meninggal dunia.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar