Yamaha

WHO Prihatin Merebaknya Corona di Luar Cina

  Senin, 24 Februari 2020   Nur Khansa Ranawati
Peta real time penyebaran virus corona versi Johns Hopkins CSSE per 24 Februari 2020.

JENEWA, AYOBEKASI.NET -- Kepala World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesu mengungkapkan keprihatinannya terhadap penularan virus Covid-19 yang mulai merebak di luar negara asal, yakni Cina.

Dia mengatakan kasus di negara lain mulai muncul tanpa ada hubungan epidemiologi yang jelas. "Kami prihatin dengan jumlah kasus tanpa hubungan epidemiologi yang jelas, seperti (tidak adanya) riwayat perjalanan ke atau kontak dengan kasus yang dikonfirmasi," ungkapnya sebagaimana dilansir dari BBC, Senin (24/1/2020).

Walaupun jumlah kasus di luar Cina disebut relatif kecil, namun Tedros mengatakan pola infeksinya mengkhawatirkan. Meski demikian, dia meyakini bahwa upaya-upaya yang dilakukan berbagai negara masih berpeluang untuk menghentikan virus tersebut merebak lebih luas.

Otoritas kesehatan Tiongkok melaporkan penurunan angka kematian dan kemunculan kasus baru pada Sabtu (22/2/2020). Namun, penyebaran Covid-19 saat ini tengah meningkat di Korea Selatan, Italia, Iran dan negara-negara lainnya.

Di luar Cina, WHO mencatat lebih dari 1.200 kasus telah terkonfirmasi di 26 negara. Di dalamnya terdapat 8 kasus kematian.

Hal tersebut termasuk dua kematian di Korea Selatan, yang memiliki kelompok kasus terkonfirmasi terbesar selain Cina dan kapal pesiar yang dikarantina di Jepang. Pada Sabtu (22/2/2020), Korea Selatan melaporkan munculnya 142 kasus baru yang terkonfirmasi,  menjadikan total kasus mencapai 346.

Pada Jumat (21/2/2020), dokter di Italia mengatakan seorang pria berusia 78 tahun menjadi orang pertama di negara tersebut yang meninggal karena Covid-19. Sebelumnya, Italia telah mengumumkan 16 kasus terkonfirmasi. Alhasil, menteri kesehatan setempat mengatakan bahwa sekolah dan kantor akan ditutup serta acara olahraga akan dibatalkan di daerah yang terkena dampak.

Sementara itu, di Iran wabah Covid-19 berpusat di selatan ibukota Teheran, yakni Qom. Negara ini melaporkan sebanyak 2 kematian pada Jumat (21/2/2020), menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi 4 orang. Total sebanyak 18 kasus telah dikonfirmasi di Iran.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar