Yamaha

Cegah Bakteri Corona, Ini Etika Batuk dan Bersin yang Baik

  Rabu, 29 Januari 2020   Erika Lia
Ilustrasi -- Mengenakan masker menjadi upaya pencegahan penyebaran virus dan bakteri. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

CIREBON, AYOBEKASI.NET -- Isu virus Corona sempat menghebohkan masyarakat Kabupaten Cirebon pasca diketahui seorang warganya, yang baru pulang dari Taiwan, Cina, harus dirawat di ruang isolasi RSD Waled, Kabupaten Cirebon.

Selama tiga hari terakhir, SH (44), warga Desa Cikulak, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, menjalani perawatan di Ruang Infeksi Perawatan Terpadu dan Ruang Isolasi (Ruang Soka) RSD Waled.

Pada pertama kali kedatangannya ke rumah sakit tersebut, Senin (27/1/2020), SH mengeluhkan demam tinggi, batuk, sesak nafas, dan sakit kepala.

Setelah dirawat di RSD Waled, pihak rumah sakit menyatakan kondisi SH berlangsung membaik.

Sampai kini, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon maupun tim dokter rumah sakit masih menanti hasil uji laboratorium atas dampak cairan yang diambil dari SH, di antaranya darah dan dari hidung maupun tenggorokan.

Menghadapi wabah virus Corona yang berasal dari Cina, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Cirebon, Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein meminta masyarakat mengingat etika kala bersin dan batuk.

AYO BACA : WHO Luruskan Kesalahan Informasi Seputar Virus Corona

"Jangan lupa etika batuk dan bersin, tutup hidup dan mulut Anda," katanya.

Dia menjelaskan, upaya itu dilakukan lebih untuk mencegah penyebaran penyakit. Virus atau bakteri penyebab infeksi saluran nafas sangat mudah menyebar melalui udara.

Bagi si penderita, virus dan bakteri yang terisap kembali saat batuk dan bersin, tak akan membuatnya menjadi lebih sakit dari sebelumnya. Hal ini karena tubuh si penderita telah menciptakan kekebalan (imun) untuk melawan virus atau bakteri.

Kekebalan itulah yang akan membuat si penderita justru sembuh dari infeksi yang dideritanya. Selain itu, imun tersebut pula akan membantu mencegah serangan berikutnya dari virus dan bakteri yang serupa.

"Sebaiknya gunakan tissue untuk menutup hidung atau mulut ketika bersin dan batuk," ujarnya.

Penggunaan tissue lebih aman karena bersifat sekali pakai. Berbeda dengan sapu tangan yang bisa digunakan berkali-kali yang dinilai lebih membahayakan.

AYO BACA : Indonesia Keluarkan Travel Warning ke Hubei dan Wuhan China

Alternatif lain, imbuhnya, gunakan masker selama beraktivitas. Upaya ini cukup efektif menangkal penyebaran virus dan bakteri yang berseliweran di udara.

"Jangan lupakan juga menjaga kebersihan tangan dan menjaga asupan cairan tubuh," tambahnya.

Dia mengimbau masyarakat melakukan langkah-langkah untuk menjaga kesehatannya masing-masing.

Isu virus corona diakuinya menekankam kewaspadaan dan keasadaran bersama. Siapapun yang pulang dari bepergian di daerah yang rawan penyebaran virus ini, diingatkan segera memeriksakan diri.

"Terutama kalau merasa saluran nafasnya terganggu," cetusnya.

Dia pun di sisi lain menganjurkan masyarakat tak panik menghadapi situasi ini.

IDI Kabupaten Cirebon sendiri telah mengingatkan seluruh dokter untuk melakukan deteksi dini dan melakukan tata laksana medis terkait hal ini.

AYO BACA : Pakar Coba Memahami Bagaimana Virus Corona Bekerja


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar