Yamaha

Antisipasi Corona, Pemprov Jabar Pasang Pemindai Suhu di Sejumlah Bandara

  Kamis, 23 Januari 2020   Nur Khansa Ranawati
Petugas medis membawa pasien di Rumah Sakit Jinyintan, Kota Wuhan China diduga terinveksi virus korona. (Suara.com/Foto: AFP)

BANDUNG, AYOBEKASI.NET -- Saat ini, dunia dicemaskan dengan munculnya virus Corona yang diduga berasal dari hewan ternak babi di China. Minggu lalu, pemberitaan media massa juga sempat ramai oleh virus yang diduga telah memasuki Bali melalui sejumlah turis.

Guna menghadapi kekhawatiran tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan menyatakan telah meningkatkan kewaspadaan sejak November 2019. Hingga saat ini, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan, pihaknya telah memasang alat pendeteksi suhu tubuh untuk memindai suhu para turis yang akan memasuki Indonesia.

"Kita sudah siagakan alat deteksi pengukur suhu tubuh di bandara. Bukan hanya yang ada di penerbangan internasionalnya saja, tapi semua bandara," ungkapnya ketika ditemui di Gedung Sate, Rabu (22/1/2020).

Berli mengatakan, salah satu indikasinya virus corona menjangkiti manusia dapat dilihat dari suhu tubuh yang tinggi yakni di atas 38 derajat celcius. Apabila terdapat turis dengan suhu tubuh yang tinggi, sejumlah pemeriksaan pun akan dilakukan.

"Apabila (ada suhu tubuh) yang dicurigai, maka akan dilakukan mitigasi. Pihak yang bersangkutan akan diisolasi dari ruang publik. Kalau dari luar negeri akan langsung masuk karantina imigrasi. Dari situ akan dilakukan pemeriksaan secara lengkap, dan yang diduga positif harus menjalani pengobatan," ungkapnya.

Alat pendeteksi suhu tubuh tersebut tidak terbatas dipasang di bandara yang memiliki penerbangan internasional. Seluruh bandara di Jawa Barat telah dipasangi alat tersebut, dengan standar kelengkapan yang berbeda.

"Semua bandara punya alat detektor tersebut terutama di bandara besar seperti Kertajati dan Husein Sastranegara. Di Tasik dan Pangandaran ada, tapi belum selengkap itu (belum selengkap di Kertajati dan Husein)," ungkapnya.

Berli menyebutkan, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi dan pelatihan pada puskesmas di sekitaran Bandara untuk dapat menanggulangi kemungkinan kemunculan virus tersebut.

"Puskesmas sekitaran bandara sudah dilatih terhadap kewaspadaan ini, kita juga sudah sampaikan ke seluruh kabupaten kota," jelasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar