Yamaha

Disdik Bekasi Klarifikasi Soal Anggaran Tak Terduga Rp9,9 Miliar

  Selasa, 14 Januari 2020   Firda Puri Agustine
Ilustrasi sekolah kebanjiran. (ayobandung/Daneza)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut adanya anggaran dana tak terduga sebesar Rp 9,9 miliar untuk rehabilitasi sekolah negeri dan swasta terdampak banjir.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Uu Saeful Mikdar menjelaskan bahwa angka tersebut baru sebatas usulan kepada Pemerintah Kota Bekasi, bukan merupakan anggaran yang sudah pasti.

“Jadi, itu baru coretan-coretan kasar. Baru usulan kasar ke Pemkot, bukan mau dianggarkan. Saat itu baru merekap data dan baru mau diusulkan. Belum diverifikasi,” kata Uu kepada Ayobekasi.net, Selasa (14/1/2020).

AYO BACA : Ketinggian Air Bendung Katulampa Masih Aman

Dinas Pendidikan Kota Bekasi, lanjutnya, belum memiliki rencana penggunaan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) guna mengganti atau merehabilitasi fasilitas sekolah yang terdampak banjir. Sebab, sebanyak 152 sekolah terdampak banjir sudah tertangani, sehingga bisa melanjutkan proses belajar mengajar siswa.

Sebelumnya dikutip dari Suara.com, Minggu (12/1/2020), Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi dikabarkan menganggarkan dana tak terduga yang digunakan untuk rehabilitasi sekolah negeri dan swasta pascabanjir yang terjadi awal tahun ini. Dana tersebut senilai Rp 9,9 milar. 

Namun, DPRD Kota Bekasi belum mengetahui besaran dana tersebut. Ketua Komisi IV Sardi Effendi mengungkapkan, pihaknya baru sebatas mengetahui dana tak terduga yang dikucurkan Pemkot Bekasi senilai Rp 6,7 miliar.

AYO BACA : Kenaikan Gaji Cegah Puluhan Ribu Kasus Bunuh Diri

Dana tersebut berasal dari BPBD sebesar Rp 723 juta, Dinas Sosial Rp 1,9 miliar, Dinas Pemadam Kebakaran Rp 1 miliar, Dinas Lingkungan Hidup Rp 1,3 miliar dan Dinas BMSDA Rp 1,7 miliar.

“Disdik belum menyampaikan RKA tekait dana tak terduga tanggap darurat. Bagaimana dewan bisa mengawasi? Disdik sendiri yang punya perencanaan tanpa melibatkan DPRD,” kata Sardi.

Sardi enggan menggubrisnya meski Komisi IV tidak dilibatkan dalam penganggaran tersebut. Hanya, Sardi menegaskan, Disdik harus berani mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran rehabilitasi secara taktis.

“Belum ada rapat terkait biaya tak terduga tersebut. Apalagi mau dibelanjakan mebeulair, harus dipertanyakan, sekolah mana saja yang mau dibelikan terkena dampak banjir? Data sekolah yang terkena banjir saja tidak ada. Jadi biarkan Disdik bertanggung jawab terkait biaya tak terduga tersebut,” tegas Sardi.

AYO BACA : Perampok Sadis di Tambun Diciduk Polisi


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar