Yamaha Aerox

Jasa Kesehatan Pengaruhi Inflasi Ibu Kota di Bulan November

  Selasa, 03 Desember 2019   Ananda Muhammad Firdaus
ilustrasi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBEKASI.NET -- Jasa kesehatan disebut menjadi penyebab inflasi bulan November 2019 di DKI Jakarta sebesar 0,19%. Hal itu dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setempat.

Kepala BPS DKI Jakarta Buyung Airlangga di Jakarta, Senin, mengatakan inflasi itu disebabkan naiknya tarif kesehatan sebesar 0,39%.

Sementara untuk tiga sub kelompok mengalami kenaikan harga seperti jasa kesehatan 0,84%, obat-obatan 0,25% dan perawatan jasmani dan kosmetika 0,17%.

“Untuk laju inflasi tahunan per November 2018 hingga November 2019 mencapai 3,53%. Sementara inflasi tahunan 2019 mencapai 2,92%,” kata Buyung.

Buyung menjelaskan dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami inflasi yakni kelompok kesehatan 0,39%, makanan jadi sebesar 0,37%.

Perumahan sebesar 0,26%, bahan makanan 0,23%, sandang sebesar 0,14% dan kelompok pendidikan sebesar 0,9%.

“Untuk kelompok kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar minus 0,1%,” ujar Buyung.

Buyung menyatakan semua kota daerah satelit sekitar DKI Jakarta mengalami inflasi yakni Kota Tangerang sebesar 0,37%, Kota Bekasi sebesar 0,37%, Kota Bogor sebesar 0,24%, dan Kota Depok sebesar 0,13%.

Dari 82 kota yang diteliti sebanyak 57 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi adalah Kota Manado sebesar 3,30% dan kota yang mengalami inflasi terendah adalah Kota Malang sebesar 0,01%.

Deflasi tertinggi adalah Kota Tanjung pandan sebesar minus 1,06% dan yang mengalami deflasi terendah adalah Kota Batam dan Kota Denpasar minus 0,01%.

“DKI Jakarta menempati urutan 40 dari seluruh kota yang mengalami inflasi,” ujar Buyung.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->