Yamaha

Neng Daysi, Nasi Instan Antidiabetes Buatan Mahasiswa Unpad

  Senin, 02 Desember 2019   Nur Khansa Ranawati
Nasi Herbal Bawang Dayak Siap Saji (Neng Daysi) yang dikembangkan menjadi sushi. (Dok. Novi Dwi Apriliani)

BANDUNG, AYOBEKASI.NET -- Bagi kebanyakan orang Indonesia, istilah "belum makan kalau belum makan nasi" adalah hal familiar. Hampir setiap hari menu makanan yang disajikan mengandung nasi putih di dalamnya. Padahal, hal ini belum tentu sehat.

Tingginya kosumsi nasih putih di kalangan masyarakat Indonesia tersebut membuat sekelompok mahasiswa dari sejumlah fakultas di Universitas Padjadjaran, Jatinangor, tergerak untuk menciptakan inovasi. Pasalnya, konsumsi nasi tersebut dalam jumlah yang tinggi berpotensi memunculkan penyakit gula atau diabetes.

Pada akhir 2017, lima orang mahasiswa yakni Novi Dwi Apriliani, Ika Rohani, Belinda Dwi Astuti, Fadhilla Ridwan, dan Listy Cahyaningtyas yang tergabung dalam komunitas wirausaha Unpad, The Local Enabler mengembangkan nasi instan antidiabetes. Nasi tersebut dibuat dengan campuran Bawang Dayak atau Bawang Sabrang yang mampu menurunkan kandungan karbohidrat di dalam nasi.

"Ternyata pola makan masyarakat kita itu tidak sehat, karbohidratnya tinggi banget. Untuk itu kita coba cari cara menurunkan kadar karbohidrat dari nasi pakai ekstrak bawang dayak," ungkap Novi pada Ayobandung.com, Senin (2/12/2019).

Setelah melewati proses riset dan pengembangan produk, nasi hasil inovasi mereka dinamai "Neng Daysi" alias "Nasi Herbal Bawang Dayak Siap Saji". Cara membuatnya adalah dengan mencampur air rebusan ekstrak bawang dayak dengan beras.

Beras yang telah dicampur tersebut kemudian dipresto untuk membuka pori-porinya sehingga kandungan bawang dayak dapat meresap. Hasilnya adalah beras berwarna kemerahan dengan tekstur yang lebih lembut dan 'pulen' dari beras merah.

"Ternyata ketika diuji, kadar kalori dan karbohidratnya lebih rendah dibanding nasi biasa, sehingga direkomendasikan untuk penderita diabetes. Nasinya juga instan, bisa matang tiga kali lebih cepat dari nasi biasa," ungkapnya.

Meski kandungan karbohidratnya lebih rendah, Novi mengatakan konsumen dapat tetap kenyang ketika mengkonsumsi Neng Daysi karena seratnya yang tinggi. Selain itu, khasiat bawang dayak lainnya seperti antikanker dan bersifat dierutik juga dapat diperoleh konsumen.

"Sampai sekarang sifat dan khasiat bawang dayak-nya masih terus kita teliti. Tapi yang paling menonjol adalah antidiabetes," ungkapnya.

Neng Daysi merupakan salah satu produk hasil pengembangan program wirausaha Unpad bertitel Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Unpad. Dari sana, kelompok Novi dan kawan-kawan berhasil menyabet pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI serta lolos Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) di Universitas Negeri Yogyakarta.

"Kemarin alhamdulilah dapat juara harapan di Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) tingkat nasional di Politeknik Batam," ungkapnya.

Saat ini, produk Neng Daysi telah dikembangkan menjadi berbagai produk siap saji mulai dari sushi, nasi goreng gulung telur, hingga teh. Produk tersebut dijual dengan sistem pre-order kepada para mahasiswa dan dosen sekitaran Unpad.

"Rencananya kami bakal terus perluas pasar terutama di Bandung dan Padang," jelas Novi.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->