Yamaha

Jejak Karier Ciputra Semasa Hidup

  Rabu, 27 November 2019   Firda Puri Agustine
Pengusaha Ciputra.(ciputra.com)

JAKARTA, AYOBEKASI.NET – Pendiri Ciputra Group, Dr (HC) Ir Ciputra tutup usia di Singapura, Rabu (27/11/2019) pukul 01.05 WIB waktu setempat. Ia meninggal dunia dalam usia 88 tahun.

Pria bernama asli Tjie Tjin Hoan ini lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931. Tak banyak yang tahu, Ciputra melewati masa kecil penuh kepahitan. Ayahnya, Tjie Siem Poe ditangkap pasukan tak dikenal karena dianggap mata-mata, dan tak pernah kembali pada 1944.

Dia melanjutkan hidup dengan bersekolah di SMA Frater Don Bosco, Manado, kemudian merantau ke tanah Jawa. Ciputra diterima berkuliah di Institut Teknologi Bandung. Selepas itu, kariernya sebagai insinyur dimulai di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI Jakarta.

Bapak empat anak itu mengabdikan diri di sana hingga usianya menginjak 65 tahun sebagai direksi dan penasihat. Di Jaya Group pula, Ciputra diberi kebebasan melakukan inovasi. Salah satu yang meraup sukses adalah pembangunan proyek Ancol.

Tak berpuas diri, ia bersama kawan karibnya, Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono, Budi Brasali, dan Ibrahim Risjad mendirikan Metropolitan Group. Perusahaan ini diketahui membangun dan mengembangkan perumahan elit Pondok Indah dan kota mandiri Bumi Serpong Damai (BSD).

Ciputra saat itu merangkap jabatan sebagai Direktur Utama Jaya Group dan Presiden Komisaris Metropolitan Group. Tapi, tidak berhenti di situ. Ia lantas kembali membuat perusahaan keluarga yang diberi nama Ciputra Group.

Pada 1997, saat krisis ekonomi datang, tiga perusahaan yang dipimpinnya ikut terguncang. Bahkan, Bank Ciputra dan Asuransi Jiwa Ciputra Allstate yang baru dirintis harus ditutup karena dianggap tidak layak. Adanya kebijakan moneter pemerintah dimanfaatkan Ciputra merestrukturisasi utang, sehingga ketiga grup perusahaannya bisa bangkit.

Dari sana, ia melakukan ekspansi besar-besaran dan mencatatkan sejumlah anak usahanya di Bursa Efek Indonesia. PT Ciputra Surya pada 1999, dan PT Ciputra Property pada 2007. Namun, PT Ciputra Surya kemudian kembali pada induknya, PT Ciputra Development Tbk yang telah lebih dulu mencatatkan perusahaannya pada 1994.

Saat ini tercatat 76 proyek properti meliputi perumahan, perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, hingga rumah sakit dikembangkan perusahaan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Kesuksesan itu pula yang mengantarkannya dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes pada 2019 dengan total kekayaan 1,1 miliar dolarr AS atau setara Rp 15,2 triliun, dan menduduki peringkat 18.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar