Yamaha Aerox

Benarkah dengan Berpikir Kalori Tubuh Terbakar?

  Selasa, 12 November 2019   Nur Khansa Ranawati
ilustrasi. (Pixabay)

BEKASI TIMUR, AYOBEKASI.NET -- Tidak hanya bergerak dan berolahraga, konon aktivitas otak seperti berpikir pun dapat membakar kalori. Benarkah demikian?

Hal ini salah satunya menjadi pertanyaan selepas Kejuaraan Catur Dunia dihentikan tiba-tiba pada 1984, setelah perawakan salah satu atlet yang bertanding, Anatoly Karpov menjadi sangat kurus. Atlet asal Rusia tersebut diketahui telah susut berat badan sebanyak 10 kilogram dalam 20-an pertandingan.

Tak hanya Karpov, para pemain catur lainnya dilaporkan dapat membakar hingga 6 ribu kalori dalam satu hari ketika bertanding. Padahal, mereka notabene tidak beranjak dari tempat duduknya selama bertanding.

Sebagaimana dilansir dari Livescience, Selasa (12/11/2019), secara umum otak adalah salah satu organ yang banyak mengkonsumsi energi tubuh manusia. Otak kita menghabiskan 20% hingga 50% dari keseluruhan energi tubuh, terutama dalam bentuk glukosa.

Kondisi tersebut bahkan terjadi pada saat manusia berada dalam keadaan diam, tidak terlibat aktivitas apapun selain bernapas, mencerna dan mengeluarkan energi kalor alami dalam tubuh.

Hal tersebut setara dengan 350 atau 450 kalori per-hari untuk rata-rata wanita atau pria. Di masa kanak-kanak, otak manusia bahkan lebih 'boros energi'.

"Di usia 5-6 tahun, otak bisa menggunakan lebih dari 60% energi tubuh," ungkap Profesor Antropologi Evolusi dari Duke University, Amerika Serikat, Doug Boyer.

Tak heran, otak manusia dikenal sebagai organ paling konsumtif terhadap energi dalam tubuh. Padahal, beratnya secara keseluruhan hanya 2% dari massa tubuh.

Otak manusia juga diketahui tidak pernah beristirahat. Mahasiswa Pascasarjana jurusan Antropologi Evolusi Duke University Amerika Serikat, Arianna Harrington menyatakan bahwa ketika tidur, otak manusia masih membutuhkan bahan bakar untuk terus mengeluarkan sinyal antar sel untuk menjaga fungsi tubuh kita.

Terlebih, sel-sel yang ada dalam otak perlu menyalurkan makanan menuju neuron. Sel-sel ini membutuhkan glukosa tubuh untuk terus hidup dan melakukan pekerjaan mereka.

AYO BACA : Indomie Goreng Masuk Daftar Mi Berpengaruh di Dunia

Pertanyaannya, karena otak manusia memakai energi yang ada di dalam tubuh dengan daya yang besar, apakah semakin manusia menggunakan otak (berpikir keras) maka semakin banyak energi yang dibutuhkan? Dan oleh karenanya semakin banyak kalori yang akan dapat dibakar?

Secara teknis, jawabannya adalah ya. Namun, hal tersebut hanya berlaku ketika manusia dihadapkan pada sesuatu yang menguras otak dan dirasa sulit secara kognitif.

Hal yang dianggap "sulit" tersebut tentu bervariasi antar individu. Namun, secara umum dapat digambarkan sebagai sesuatu yang "tidak dapat diselesaikan otak dengan mudah menggunakan pengetahuan yang telah dipelajari sebelumnya", atau "tugas yang mengubah kondisi secara terus-menerus".

Kegiatan-kegiatan tersebut termasuk mempelajari alat musik baru atau merencanakan pergerakan dalam permainan catur yang intens.

"Ketika Anda berlatih mempelajari sesuatu yang baru, otak Anda beradaptasi untuk meningkatkan transfer energi di bagian otak manapun yang dibutuhkan selama latihan tersebut berlangsung," ungkap Professor Psikologi dan Neurosains di Universitas Ottawa, Kanada, Claude Messier.

Namun, seiring berjalannya waktu, ketika seseorang menjadi lebih terampil dalam melakukan tugas tertentu, maka otak tak perlu lagi bekerja terlalu keras untuk menyelesaikannya. Sehingga, energi yang dibutuhkan otak menjadi lebih sedikit.

Meskipun otak membutuhkan banyak energi pada saat mempelajari hal baru, Messier menyimpulkan, besaran energi tersebut tidak terlalu signifikan. Bahkan, disebut tidak mampu membakar kalori dari sebuah camilan manis yang kita makan pada saat sarapan, misalnya.

Bila benar demikian, mengapa Karpov dapat susut berat badan secara singkat hingga pertandingannya dihentikan? Jawaban umumnya adalah bahwa hal tersebut disebabkan oleh perasaan stress dan berkurangnya asupan makanan yang dikonsumsi dirinya.

Para pemain catur profesional tersebut berada dalam kondisi stress dan tertekan yang dapat meningkatkan detak jantung, pernapasan cepat dan berkeringat. Gabungan hal tersebut seiring waktu dapat membakar kalori.

Selain itu, para atlet catur profesional tersebut seringkali harus duduk selama 8 jam non-stop sambil berpikir, yang mana hal tersebut dapat mengganggu pola makan mereka.

AYO BACA : Netmarble Beberkan Game Teranyarnya 'Magic: Manastrike'


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->