Yamaha Aerox

Ada Retribusi Parkir Minimarket, Warga Pilih Belanja di Warung

  Kamis, 07 November 2019   Firda Puri Agustine
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Nizar Arsyadani)

BEKASI UTARA, AYOBEKASI.NET -- Sejumlah warga Kota Bekasi mengaku bersyukur kasus dugaan intimidasi yang dilakukan organisasi masyarakat (ormas) terhadap minimarket viral.

Dari situ kemudian terkuak bahwa ormas ternyata mengantongi surat tugas dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi untuk mengelola retribusi parkir, meskipun saat itu telah kadaluwarsa. Penugasan itu pun diklaim sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di sektor non-formal.

Lalu, apa pendapat warga apabila ada retribusi parkir di minimarket yang dikelola ormas?

AYO BACA : Soal Retribusi Parkir, Begini Saran Pengamat untuk Pepen

“Kalau saya mah mending belanja di warung aja kalo gitu. Barangnya enggak beda-beda jauh daripada dipalakin sama tukang parkir,” kata Rahma, seorang ibu rumah tangga di Wisma Asri, Bekasi Utara, kepada Ayobekasi.net, Kamis (7/11/2019).

Dia menilai, retribusi parkir di minimarket tidak seharusnya diberlakukan karena mayoritas pengunjung tidak belanja dalam waktu lama seperti yang terjadi di mal atau supermarket besar.

“Orang ke minimarket paling enggak lama, belinya satu barang-lah dua barang. Kalau enggak ada antrean kasir paling cuma 10-15 menit aja motor ditinggal, masa mesti bayar parkir juga,” ujarnya.

AYO BACA : Polisi Panggil Kepala Bapenda Kota Bekasi, Soal Parkir Ormas?

Hal senada diungkapkan Maya, mahasiswi yang tinggal di Kaliabang, Bekasi Utara, yang mengaku keberatan dengan adanya pengelolaan retribusi parkir oleh ormas. Selain bisa menghambat iklim investasi di Bekasi, hal itu juga mengganggu kenyamanan pengunjung.

“Ya takut-lah kalau yang jaga kayak preman maksa-maksa minta duit parkir, mau enggak mau ya ngasih walaupun ikhlas enggak ikhlas,” katanya.

Bukan itu saja, citra dari sebuah minimarket pun dapat berubah menjadi buruk akibat hal tersebut. Bakal banyak orang yang memilih tempat lain untuk berbelanja.

“Satu sisi minimarketnya mungkin jadi aman. Tapi, sisi lain orang males ke situ karena takut dan enggak nyaman,” ujarnya.

AYO BACA : Kemendagri Imbau Pemda Perbaiki Tata Kelola Parkir


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->