Yamaha

Pamor Joker Masih Kalah oleh Dilan

  Senin, 07 Oktober 2019   Republika.co.id
Joker (consequenceofsound.net)

JAKARTA, AYOBEKASI.NET -- Sudah menonton film Joker? Jika sudah, Anda termasuk dari sekitar 300 ribu orang yang telah menonton film itu. Angka tersebut berasal dari pemasukan pendapatan Joker di hari pertama pemutaran, dibagi dengan estimasi rata-rata harga tiket di bioskop Indonesia.

Berdasarkan laporan dari The Hollywood Reporter, Rabu (2/10/2019), film Joker telah diputar di empat negara, salah satunya Indonesia. Adapun tiga negara lainnya ialah Korea Selatan, India, dan Belgia. Joker juga dirilis di 43 negara pada Kamis (3/10/2019), termasuk Rusia, Australia, Brasil, dan Meksiko. Secara total, Joker meraup pendapatan sebesar 5,4 juta dolar AS pada hari debutnya.

Pendapatan terbesar didapat di Korea Selatan sebesar 2,25 juta dolar AS. Pemutaran perdana film Joker di Negeri Ginseng bertepatan dengan momen libur hari raya Gaecheonjeol, yang jatuh Kamis (3/10/2019). Sementara di India, film garapan Todd Phillips ini meraup 900 ribu dolar AS. Adapun di Indonesia, jumlah pemasukan yang diperoleh Joker sebesar 846 ribu dolar AS. Sementara di Belgia, pendapatan Joker "hanya" 170 ribu dolar AS.

Pamor Joker Tak Sebagus Dilan di Indonesia

Jika kurs dolar terhadap rupiah sebesar Rp14.143, maka pendapatan Joker di Indonesia sekitar Rp12 miliar. Dengan asumsi rata-rata harga tiket biskop pada weekdays sebesar Rp40 ribu, maka jumlah penonton Indonesia yang menyaksikan film Joker di hari perdana sekitar 300 ribu penonton.

Jumlah ini terbilang tinggi untuk kategori penonton Indonesia. Jika dibandingkan dengan film superhero lokal, Gundala yang tayang pada Agustus lalu, film besutan Joko Anwar itu ditonton sebanyak 174.013 penonton. Meski sukses mengalahkan Gundala, Sang Pangeran Badut Kejahatan itu ternyata masih kalah dengan debut film lokal, Dilan 1991.

Film yang mengisahkan kisah cinta Dilan dan Milea itu meraup 720.000 penonton di hari pertama, ditambah 80.000 di Gala Premiere. Angka fantastis ini masuk rekor di Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori penonton terbanyak di hari perdana.

Rilis di Amerika, Polisi Waspada

Sementara itu, untuk perilisan film di negeri asalnya, Amerika Serikat, justru baru bergulir pada Jumat (4/10/2019). Joker digadang-gadang berpotensi meraup box office sebesar US$60 juta. Film yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix itu rencananya akan diputar di lebih dari 4.300 lokasi.

Jumlah lokasi itu memecahkan rekor jumlah bioskop terbanyak untuk pemutaran film di bulan Oktober. Sebelumnya, rekor itu dipegang oleh Venom (2018), yang diputar di 4.250 teater dan meraup US$80,25 juta. Film-film lainnya yang juga mencatat angka box office debut fantastis ialah Logan (2017, US$88,4 juta), Spectre (2015, US$70,4 juta), dan Halloween (US$76,2 juta).

Meski demikian, ambisi Joker memecahkan rekor debut tertinggi sepanjang sejarah bisa terhalang lantaran pengamanan dari pihak keamanan setempat. Hal ini demi mengantisipasi kejadian penembakan seperti yang terjadi di Aurora, Colorado, tahun 2012 lalu saat pemutaran perdana film DC Universe lainnya, The Dark Knight Rises.

Saat itu, James Holmes melakukan penembakan yang menewaskan 12 orang tewas dan 70 orang lainnya luka-luka. Sejumlah anggota keluarga korban penembakan massal tersebut menyampaikan kekhawatiran soal film Joker. Film itu akhirnya tidak akan tayang di bioskop Aurora.

Beberapa hari sebelumnya, kepolisian Los Angeles (LAPD) meningkatkan pengamanan di bioskop-bioskop saat pemutaran film Joker lantaran kekhwatiran terkait kekerasan di film Warner Bros itu. Kepolisian New York (NYPD) juga akan mengerahkan petugas ke sejumlah bioskop pada pemutaran perdananya.

“Jika ada masalah saat pemutaran, kami bersiap untuk meredakan situasi secara cepat dan meyakinkan,” kata seorang penegak hukum.

Di beberapa kota lainnya, sejumlah bioskop melarang para penonton memakai topeng, mengecat wajah atau menggunakan kostum, kegiatan-kegiatan yang sejatinya lumrah dilakukan saat peluncuran film-film ber-genre superhero.

Karakter Joker sendiri memang digambarkan sebagai role model dari para anarki yang memberontak pada sistem negara. Bagi beberapa orang, Joker dianggap justru sebagai korban yang menjadi pahlawan karena berani bertindak.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar