Yamaha Aerox

Icip-icip Nasi Telor Pimen, Enak Apa Enggak Ya?

  Senin, 07 Oktober 2019   Firda Puri Agustine
Telor Pimen. (Firda Puri Agustine/Ayobekasi.net)

BEKASI UTARA, AYOBEKASI.NET -- Ada destinasi kuliner baru di Kota Bekasi namanya Nasi Telor Pimen. Terletak di Jalan Perjuangan, Bekasi Utara, tak jauh dari Stasiun Bekasi, warung makan ini menyajikan kudapan telur dadar dan ceplok yang dibuat tanpa garam, juga penyedap monosodium glutamate (MSG).

Terus kalau tidak pakai garam dan MSG, rasanya gimana ya? Enak apa enggak ya? Nah, ayobekasi.net berkesempatan mencicipi langsung salah satu menu yang jadi andalan, yakni Nasi si Pimen, Senin (7/10/2019) sore.

Nasi si Pimen ini adalah nasi yang disajikan bersama satu telur dadar dan satu telur ceplok yang ditaburi bumbu serta sambal khusus. Baik bumbu, olahan telur, hingga sambal diracik sendiri oleh keempat pendirinya, yakni Wira, Firman, Irwan, dan Didit.

Proses pembuatan Nasi si Pimen tidak memakan waktu lama, sekitar 15 menit saja. Dengan catatan, kalau antrean pengunjungnya tak panjang ya. Setelah tersaji di piring, tampilannya cukup menggugah selera. Ada telur dadar crispy, telur ceplok setengah matang, taburan bumbu, daun bawang, dan sambal.

Bagian pertama yang dicoba adalah telur dadar. Dari teksturnya hampir sempurna, rasanya pun gurih meski tidak pakai garam maupun MSG sama sekali. Tingkat kematangan pun bagus, tanpa ada satu celah tertinggal. Merata sempurna. Hanya saja, minyaknya masih rada banyak menempel.

“Bumbunya ini kami racik sendiri, gimana caranya menemukan rasa yang gurih tanpa garam dan MSG. Ketemulah rasa itu,” kata Wira, salah satu pendiri yang juga dikenal sebagai travelling chef.

Masuk ke bagian telur ceplok setengah matang. Dari bentuknya sangat proporsional dimana kuning telurnya benar-benar persis berada di tengah antara bagian putih. Di atasnya ada taburan semacam bubuk bawang putih dan lada. Ketika dipotong, lelehan kuning telur setengah matangnya bikin makin gurih.

Soal sambal, tak ada yang begitu spesial selain rasanya yang pas, tingkat kepedasan yang moderat, dan cocok menemani sajian utama. Satu saja yang masih bisa di-upgrade lebih enak, yakni tekstur nasi. Ini balik lagi ke selera ya. Bagi yang suka tekstur agak keras, Nasi si Pimen ini cocok. Tapi, bagi yang gemar tekstur lembek atau tidak begitu keras, rasanya sedikit mengganggu kenikmatan telur dadar.

“Nasinya dibuat seperti ini sebenarnya untuk mengimbangi kadar minyak yang ada di telur-nya. Biar enggak terlalu blenek,” ujarnya.

Kesimpulannya, dari angka 1 sampai 10, Nasi Telor si Pimen ini diberi nilai 8,5 dan recommended buat dicoba. Soal harga, rentangnya cuma Rp10 ribu sampai Rp15 ribu.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->