Yamaha Mio S

Emil Ingin Angkutan Ramah Lingkungan di Bekasi

  Jumat, 20 September 2019   Firda Puri Agustine
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) bersama Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja (kanan) bersiap mengemudikan mobil Kancil saat hari peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang, Kamis (19/9/2019). (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

CIKARANG PUSAT, AYOBEKASI.NET -- Gubernur Jaw Barat (Jabar) Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil berharap transportasi massal yang diusulkan Koperasi Anggota Organda (Koanda) Kabupaten Bekasi dapat segera diluncurkan.

Dia menargetkan setiap daerah harus mempunyai angkutan ramah lingkungan seperti mobil kancil. Menurut dia, dengan  adanya mobil ramah lingkungan dapat mengurangi polusi udara dan menghemat bahan bakar minyak (BBM).

“Kendaraan ramah lingkungan merupakan visi Jawa Barat, sekarang juga kan ada mobil listrik dan motor listrik,” kata Kang Emil dalam pernyataan resminya, Jumat (20/9/2019).

Pihaknya bersama pemerintah pusat saat ini tengah mengembangkan transportasi massal bagi masyarakat. Di antaranya, empat jalur kereta api sedang dihidupkan kembali, yakni jalur Pangandaran, Garut, Sumedang, dan Ciwidey. Begitu pula kereta api cepat LRT yang rencananya beroperasi pada 2021.

“Bandara Kertajati sudah beroperasi, bandara di Sukabumi sedang proses visibility study, pengembangan bandara di Pangandaran sedang dilelang investasi. Juga pembangunan Tol Cisumdawu, Bocimi, dan jalan pararel Tol Bekasi,” ujarnya.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan, Kabupaten Bekasi mempunyai kawasan industri terbesar di Asia sehingga transportasi ramah lingkungan akan terus di perjuangkan.

“Kami akan terus kembangkan transportasi massal dan ramah lingkungan untuk Kabupaten Bekasi. Kami ingin mengintegrasikan dari perumahan ke kawasan industri, agar warga masyarakat lebih mudah aksesnya,” kata Eka.

Terkait infrastruktur penunjang transportasi, pihaknya juga akan merealisasikan pembangunan fly over, feeder Stasiun Cikarang-Pemda, dan pembangunan alun-alun.

Selain itu, Pemkab Bekasi juga bakal merealisasikan jalan alternatif menggunakan jalan DAS, replika kotaku/kampung bersih, sehat, berkah (Berseka), BEBENAH (Bantuan 1 rumah 20 juta) target 2.000 rumah, serta smart village atau rumah cerdas.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar