Yamaha Aerox

Catatan KPK untuk Pemkot Bekasi

  Rabu, 28 Agustus 2019   Firda Puri Agustine
Kantor Wali Kota Bekasi. (Ananda M Firdaus/Ayobekasi.net)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET -- Kota Bekasi mendapat skor pencapaian Monitoring Center of Prevention (MCP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebesar 79%. Angka ini disebut baik, namun ada beberapa hal yang masih perlu mendapat perhatian.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK wilayah Jawa Barat Tri Budi Rochmanto menjelaskan, salah satu yang paling pokok adalah mengenai sertifikasi aset di Kota Bekasi.

AYO BACA : Kurangi Sampah Bekasi, Eka Tawarkan TPS Sementara di Setiap Desa

Berdasarkan catatan KPK, kata Tri, baru sekitar kurang lebih 200 aset dari total 2668 aset yang disertifikasi. Artinya, kurang dari 20% dari target yang seharusnya.

“Ini kami dorong untuk dilakukan agar tercatat dengan baik dan rapih. Tahun 2019 ini juga katanya Pak Wali Kota Bekasi mau menargetkan ada 750 aset lagi yang akan disertifikatkan,” kata Tri di Bekasi, Rabu (28/8/2019).

AYO BACA : Kebiri Kimia, Hukuman Pembuat Jera Penjahat Cabul

Dia mengatakan, ada delapan fokus area yang menjadi pusat pengawasan dan evaluasi. Tujuh di antaranya, yakni perencanaan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, manajemen ASN, kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP),  manajemen aset daerah dan optimalisasi pendapatan daerah.

Sementara itu Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengapresiasi keberhasilan capaian MCP tersebut yang tak lepas dari optimalisasi beberapa sistem dan regulasi di Kota Bekasi.

“Pemerintah Kota Bekasi akan mengikuti arahan yang sudah diberikan KPK. Mulai dari penguatan kelembagaan hingga penguatan sumber daya manusia,” kata Rahmat.

AYO BACA : Begini Isi Komitmen Pendidikan Bekasi Berintegritas


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->