Yamaha Mio S

Gerindra dan PKS Dominasi Kursi Dewan DPRD Jabar

  Selasa, 13 Agustus 2019   Nur Khansa Ranawati
- Sebanyak 120 nama calon anggota DPRD Jawa Barat periode 2019-2024 telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat Selasa (13/8/2019). Melalui rapat pleno yang digelar di aula kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Bandung, diketahui bahwa sebanyak 10 partai politik berhasil mengamankan kursinya. (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

BANDUNG, AYOBEKASI.NET -- Sebanyak 120 nama calon anggota DPRD Jawa Barat periode 2019-2024 telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat Selasa (13/8/2019). Melalui rapat pleno yang digelar di aula kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Bandung, diketahui bahwa sebanyak 10 partai politik berhasil mengamankan kursinya.

"Hari ini kami melakukan penetapan kursi partai politik pada calon terpilih berdasarkan hasil putusan Mahkamah Konsitusi pada 9 Agustus 2019 kemarin. Kami menetapi ada 10 parpol yang dapat kursi di Jabar," ungkap Ketua KPU Jabar, Rifqi Alimubarok ketika ditemui seusai rapat.

AYO BACA : Eka Tak Kunjung Serahkan Rekom Wabup, Parpol Koalisi Minta Duduk Bareng

Adapun ke-10 parpol tersebut adalah Gerindra, PKS, PDIP, Golkar, PKB, Demokrat, PAN, Nasdem, PPP dan Perindo. Gerindra mendapat jatah terbanyak sebesar 25 kursi.

"Dari 120 kursi, Gerindra memperoleh 25 kursi, kemudian disusul PKS 21 kursi, PDIP 20 kursi, Golkar 16 kursi, dan seterusnya," ungkap Rifqi.

AYO BACA : Pemkab Anggarkan Baju Dinas DPRD Kabupaten Bekasi Hingga Rp755 Juta

Sementara itu, sisanya diraih PKB (12 kursi), Demokrat (11 kursi), PAN (7 kursi), Nasdem (4 kursi), PPP (3 kursi) dan Perindo (1 kursi).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 62% calon anggota dewan yang terpilih merupakan wajah baru. Sisanya atau sebesar 38% diisi oleh wajah lama. Sementara itu, sebanyak 19% kuotanya diisi perempuan.

Menanggapi tingginya persentase politisi baru di kursi DPRD Jabar, Rifqi mengatakan, dirinya berharap hal tersebut dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

"Mudah-mudahan ada penyegaran dan membawa perubahan. Atau mungkin juga ada regenerasi atau kepercayaan masyarakat yang lebih ingin kebaruan," pungkasnya.

AYO BACA : Keberatan Usulan Integrasi KS dengan BPJS, DPRD Bekasi Digeruduk


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar