Yamaha Aerox

BI: Perang Dagang AS China Pengaruhi Negara Berkembang

  Senin, 12 Agustus 2019   Republika.co.id
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dan China. (Reuters)

JAKARTA, AYOBEKASI.NET -- Perekonomian Indonesia dinilai menghadapi tantangan cukup kuat hingga akhir tahun. Kondisi tersebut disinyalir akibat pasar global kian pelik akibat perang dagang China dan Amerika Selatan, juga Korea Selatan dengan Jepang.

China dengan sengaja mendepresiasi mata uangnya untuk membalas penerapan tarif untuk 300 dolar AS produk China sebesar 10 persen.

AYO BACA : Wapres: Indonesia Kadang Terlambat Membuat Kebijakan Ekonomi

"Kita lihat dari China ada action di mana mereka melakukan depresiasi yang terjadi di mata uang Yuan terhadap dolar AS cukup signifikan dan patut diwaspadai," ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti akhir pekan kemarin, seperti dilaporkan Republika, Senin (12/8/2019).

Menurutnya, kondisi perekonomian global sangat berpengaruh kepada kondisi perekonomian negara berkembang, termasuk Indonesia. Maka itu, Indonesia perlu mewaspadai dan memonitor kondisi perekonomian global yang terus bergejolak.

AYO BACA : Jokowi Sarankan Peningkatan Ekspor ke Cina

"Perekonomian global saat ini tengah menghadapi perlambatan," ucapnya.

Sementara dari kondisi domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal dua 2019 sebesar 5,05% atau melambat jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang sebesar 5,07%. Namun, Detsry menilai kinerja perekonomian dalam negeri masih cukup solid.

"Dari domestik pertumbuhan ekonomi kuartal dua 2019 cukup solid walaupun cukup melambat dibandingkan kuartal satu 2019 masih tumbuh, 5,05 persen mendekati 5,1," jelasnya.

AYO BACA : Proteksionisme Investasi di Indonesia Disoroti Eropa


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->