Yamaha Mio S

19 Anak Korban Perdagangan Manusia Dipaksa Kerja di Kafe Cikarang

  Senin, 15 Juli 2019   Erika Lia
Kapolres Indramayu AKBP M Yoris MY Marzuki (kanan) menanyai dua dari tiga tersangka tindak pidana perdagangan manusia 19 anak di Mapolres Indramayu, Senin (15/7/2019). (Erika Lia/Ayocirebon.com)

INDRAMAYU, AYOBEKASI.NET -- Sedikitnya 19 anak di bawah umur diduga menjadi korban perdagangan manusia. Namun upaya tersebut digagalkan Sat Reskrim Polres Indramayu. Dari ketiga pelaku yang berhasil diamankan, salah satunya diketahui seorang perempuan berusia 15 tahun.

Kapolres Indramayu AKBP M Yoris MY Marzuki mengungkapkan, kasus itu berawal dari laporan dua orang ibu yang mengaku kehilangan anaknya, Sabtu (6/7/2019). Keduanya melaporkan pada Kamis (4/7/2019) bahwa anak-anaknya bersama sejumlah anak yang lain dijemput seseorang yang menggunakan sebuah mobil dari Blok Pangpang, Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

Laporan itu pun ditindaklanjuti melalui upaya penyelidikan oleh Satreskrim Polres Indramayu. Hasil penyelidikan mengarah pada petunjuk keberadaan anak-anak itu dua kafe di daerah Cikarang, Bekasi dan Karawang.

Kedua kafe itu pun selanjutnya digrebeg petugas. Di sana, polisi menemukan belasan korban dan mengamankan tiga orang terduga pelaku tindak pidana penjualan manusia.

"Dari dua kafe itu diselamatkan 19 anak. Semuanya masih berusia anak-anak dan bersekolah, ada yang SMP maupun SMA," tuturnya Ayocirebon.com.

Ke-19 anak itu masing-masing berinisial SN (12), WR (12), IN (14), AF (14), AE (14), DM (15), AS (16), RNA (16), KS (17), dan KW (17), seluruhnya dari Kabupaten Indramayu. Selain mereka, ada pula ND (16), HN (16), SV (17), AL (17), YP (14), SS (16), RPD (15), FB (15), dan AN (15), yang seluruhnya dari Kabupaten Purwakarta.

AYO BACA : Tiga Pelaku Perdagangan Orang di Indramayu Diciduk Polisi

Dia menerangkan, para korban semula diiming-imingi pelaku bekerja di sebuah pabrik roti di Karawang. Nyatanya, mereka justru dipekerjakan di kafe dan dipaksa menemani serta melayani tamu.

Ketiga pelaku yang diamankan polisi salah satunya SR (15), seorang perempuan warga Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang. SR diduga sebagai perekrut yang membujuk para korban.

Tersangka lain, AJS (34), warga Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, berperan sebagai manajer kafe/perekrut. Sementara PM (41), warga Kecamatan Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, berperan sebagai pemilik kafe.

Ketiga pelaku dijerat pasal 6 dan atau pasal 2 ayat (2) UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Mereka diancam hukuman penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp120 juta dan paling banyak Rp600 juta.

"Untuk penanganan terhadap para korban, kami berkoordinasi dengan instansi terkait," ujarnya.

Polisi pun bakal bekerjasama dengan pemerintah daerah dan pihak sekolah untuk memberi penyuluhan agar kasus serupa tak terulang. Pihaknya di sisi lain juga meminta warga mewaspadai modus-modus penipuan dalam bentuk apapun.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar