Yamaha Mio S

Total 14 Petugas KPPS Dinyatakan Meninggal di Kota Bekasi

  Jumat, 12 Juli 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Ketua KPU Kota Bekasi Nurul Sumarheni. (Ananda M Firdaus/Ayobekasi.net)

BEKASI TIMUR, AYOBEKASI.NET -- Sebanyak 14 orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kota Bekasi dinyatakan meninggal pada pelaksanaan Pemilu 2019. Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Kota Bekasi Nurul Sumarheni dalam agenda penyerahan santunan kepada keluarga korban.

“Empat orang meninggal dunia sebelum tanggal 10 Mei 2019,” kata Nurul, Jumat (12/7/2019).

Nurul menjelaskan, para petugas KPPS yang meninggal dunia kebanyakan disebabkan faktor kelelahan. Sebagian dari mereka di antaranya sudah memiliki riwayat sakit sebelum pemilu dilangsungkan.

Nurul tidak memungkiri jika pelaksanaan pungut hitung yang hampir tidak memiliki jeda membuat petugas KPPS mengalami kelelahan.

“Pak Salahadin merupakan petugas KPPS yang meninggal pertama kali, beliau kecelakaan saat mengantarkan anaknya karena kelelahan,” jelas Nurul.

Nurul berharap agar pelaksanaan pemilu serentak yang akan datang dapat dievaluasi, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali. Menurut Nurul, para petugas KPPS yang meninggal dunia, merupakan garda terdepan penyelenggaraan pemilu.

“Bapak ibu sudah tahu, menjadi anggota KPPS itu honornya itu tidak besar, tetapi pekerjaanya luar biasa,” ujar Nurul.

Sepuluh petugas KPPS yang meningal dunia di Kota Bekasi yakni Rohim Wirawan, Herlan, Ahmad Salahudin, Fransiskus Asisi Ismantara, Siswanto, Nurali, Sudirjo, Icang, Sonny Soemarsono dan Tamad Maulana Ahamd.

Sejumlah pihak telah memberikan santunan untuk 14 petugas KPPS itu di antaranya KPU RI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bekasi dan KPU Bekasi. Petugas KPPS yang sempat dirawat di rumah sakit turut pula diberikan santunan.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar