Yamaha Aerox

Pemkab Bekasi Diberi Penghargaan dari Kemenkes RI

  Kamis, 11 Juli 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja menerima penghargaan Pastika Awya Pariwara dari Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek pada puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia Tahun 2019 di Gedung Profesor Sujudi, Kantor Kemenkes RI, Jakarta, Kamis (11/7). (Foto: Humas Pemkab Bekasi).

JAKARTA, AYOBEKASI.NET -- Pemerintah Kabupaten Bekasi meraih penghargaan Pastika Awya Pariwara dari Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, Kamis (11/7/2019). Penghargaan ini diberi atas peran pemerintah kabupaten karena telah memiliki peraturan daerah mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) berikut implementasi regulasi berupa larangan mengiklankan rokok.

Penghargan itu diterima langsung oleh Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja dari Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek. Pemberian penghargaan juga bertepatan dengan Puncak Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia Tahun 2019.

Dalam kesempatan itu, Menteri Kesehatan mengatakan, menghindari konsumsi rokok dapat mencegah penyakit-penyakit yang disebabkan oleh rokok sehingga terhindar dari sakit saat masa tua nanti.

"Usia harapan hidup di Indonesia jika kita pakai Indeks Pembangunan Manusia itu meningkat, yakni 71,4 tahun. Tetapi, usia sehatnya hanya sekitar 62 tahun, berarti kita sakit-sakitan selama 8 hingga 9 tahun. Sayang betul kalau selama itu kita harus sakit-sakitan. Apakah kita bisa mencegah penyakit jantung?. Tentu bisa, dengan mengurangi hipertensi dan lainnya. Hipertensi juga meningkat (menjangkiti) 40 persen masyarakat Indonesia," jelasnya.

Nila juga mengemukakan bahwa zat-zat yang terkandung di dalam rokok adalah penyebab penyakit katastropik yang membebani BPJS Kesehatan sekitar 30 persen dan menjadi sumber defisit terbesar BPJS Kesehatan.

Di kesempatan yang sama, Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima sekaligus menyatakan komitmennya untuk mendukung program dan kebijakan yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat dalam hal pengurangan dampak risiko rokok dan tembakau.

"Pelarangan iklan rokok di luar gedung sangat perlu dan penting untuk mencegah munculnya perokok-perokok pemula sehingga anak-anak kita terhindar dari bahaya rokok," kata Eka.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti menambahkan, larangan iklan rokok di luar gedung itu sudah diterapkan di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2018 tentang Implementasi Larangan Iklan Rokok di luar gedung.

"Pengajuan izin iklan rokok di luar gedung sudah tidak diberikan lagi, sementara yang masih ada hanya menunggu masa berlaku izinnya habis," sebutnya.

Puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) tahun ini mengangkat tema 'Rokok dan Kesehatan Paru' yang bertujuan untuk menyampaikan pesan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan bahaya konsumsi rokok bagi kesehatan.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar