Yamaha Mio S

Polda Masih Kumpulkan Saksi dan Bukti Soal Duel Maut Bekasi

  Kamis, 11 Juli 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. (ANTARA)

JAKARTA, AYOBEKASI.NET -- Polda Metro Jaya masih mengumpulkan saksi dan data terkait kasus duel maut di samping Apartemen Metro Galaxy Park, Jalan KH. Noer Alie, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Juni silam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mememastikan pihaknya akan mengungkap orang-orang yang tak dikenal itu yang menjadi dalang penembakan sehingga satu di antara para korban bernama Dani (46) meregang nyawa dengan cara sadis.

"Itu di Bekasi yah. Lagi lidik, nanti akan dikumpulkan keterangan dari saksi dan data barang bukti," katanya di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Secara umum, Argo menjelaskan polisi akan bertindak secara profesional dalam menangani sebuah kasus terlebih yang berujung hingga korban meninggal dunia. Tetapi Argo menegaskan bahwa pihak kepolisian akan bekerja hingga kasus ini tuntas sesuai prosedur yang ada.

"Yang pasti semua penyelidikan dan penyidikan sebuah peristiwa akan dijalankan sesuai prosedur hukum untuk mencari para pelaku, terutama dalang atau orang yang memerintahkan para pelaku, siapapun itu," tandas Argo.

Kuasa Hukum Sebut Itu Tanah Sengketa

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto menerangkan bahwa peristiwa itu bermula ketika keenam korban berada di dalam lahan kosong tersebut sekitar pukul 21.00. Tiba-tiba sekelompok orang menggunakan tiga unit mobil masuk ke lokasi.

Tidak lama berselang setelah masuknya mobil-mobil tersebut, terjadi keributan dan penembakan.

"Ada sekitar 20 orang datang ke sana, cekcok langsung diserang," jelas Indarto.

Indarto tak menyebut alasan percekcokan itu. Hanya saja tiga unit sepeda motor milik para korban turut dibakar oleh kelompok itu.

Kuasa hukum korban Budiyono menjelaskan, keenam korban merupakan penjaga lahan kosong tersebut. Dia mengatakan lahan itu sedang bersengketa dan para korban diminta untuk menjaganya oleh salah seorang pihak yang sedang bersengkata.

Budiyono menyatakan, korban diminta menjaga tanah seluas 1.700 meter persegi itu oleh Acim bin Mendung, ahli waris dari Zaelani Hamid. Yang bersangkutan tengah bersengketa dengan sebuah perusahaan properti dan seorang ahli waris lainnya disana.

"Acam sekarang posisinya ditahan atas laporan pengembang dengan tuduhan penipuan sampai pemalsuan," kata Budiyono.

Ia pun meminta polisi serius menangani kasus duel maut tersebut. Budiyono mengingatkan adanya penggunaan senjata api.

"Ranah ini kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian," tandasnya.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar