Yamaha Aerox

Rumah Rusak Karena Abrasi, Bekasi Utara Perlu Dimekarkan

  Senin, 24 Juni 2019   Ananda M Firdaus
Abrasi yang melanda kawasan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berdampak pada rusaknya puluhan rumah warga. (FOTO ANTARA

BEKASI, AYOBEKASI.NET--Puluhan rumah di Kampung Muarajaya RT/RW 01/01, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, rusak diterjang abrasi. Masyarakat mengeluh karena selama 10 tahun abrasi menyerang, tidak ada penanganan berarti dari pemerintah.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bekasi, Wahyudi Amsar malah menyatakan tidak memiliki kewenangan perihal kelautanmengacu pada Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentangpemerintahan daerah.

Berkenaan masalah abrasi yang menyapu rumah-rumah warga, dia pun mengaku tak memiliki data terkait jumlah warga yang terdampak. Selain itu tak ada alokasi anggaran APBD sehingga warga pesisir yang terlanjur merugi akibat fenomena alam tersebut tak mendapat bantuan.

\"Sebab apabila kami mengganggarkan untuk kepentingan masyarakat, walaupun secara social itu baik namun secara aturan salah. Oleh sebab itu, kami hanya bisa memberikan pembinaan saja kepada para nelayan yang ada di pesisir atau wilayah Utara Kabupaten Bekasi,” jelas Wahyudi mengutip dari Antara News, Minggu (16/6/2019).

Menanggapi itu, Ketua tim Panitia Persiapan Pemekaran Kabupaten Bekasi (P3KB), Sanusi Nasihun, menilai pemekaran Kabupaten Bekasi di wilayah Utara memang diperlukan. Salah satunya untuk menangani permasalahan yang tak mampu diakomodir pemerintah daerah di wilayah.

AYO BACA : P3KB Berharap Pemekaran Bekasi Utara Akan Didukung Bupati Baru

“Kalau dibilang gak ada anggaran ya kita maklum kalau satu SKPD, tapi kan kerusakan itu tetep harus dipertanggungjawabkan, baik dari pemerintah daerah, provinsi, dan nasional kan gitu solusinya,” kata Sanusi saat dihubungi, tidak lama ini.

Dia mengungkapkan, berkenaan masalah abrasi yang menghantui masyarakat pesisir utara Bekasi sudah dalam perbincangan pihaknya jauh-jauh hari menjadi isu yang harus dicarikan solusinya di Kabupaten Bekasi. Teranyar dalam pembahasan rapat disimpulkan bahwa permasalahan abrasi di Muara Gembong sudah parah.

“Kemarin kita rapat dengan pihak kehutanan. mereka mengatakan makin hari makin tahun abrasi itu dilaporkan makin bertambah makin luas. Bukan lagi yang dihantamnya itu tanggul-tanggulnya tapi rumah-rumah penduduk. Nah seakan-akan ada pembiaran, kenapa?” ujarnya.

Seiring dengan rencana pemekaran wilayah Utara Kabupaten Bekasi, pihaknya pun akan meminta kepada Gubernur Provinsi  Jawa Barat Ridwan Kamil untuk turut andil menyoroti masalah ini. Berhubungan juga, lanjutnya, Ridwan Kamil mempunyai perhatian terhadap daerah-daerah yang ingin dimekarkan.

Dia pun menilai bila pemekaran wilayah Utara Kabupaten Bekasi segera terealisasi, maka pekerjaan-pekerjaan rumah seperti membenahi permasalahan masyarakat pesisir Bekasi bisa dilakoni. Pasalnya dengan memisahkan diri dari induk kabupaten, maka nantinya wilayah Bekasi Utara mempunyai anggaran mandiri.

“Makanya pemekaran itu sudah menjadi alternatif atau pilihan terakhir,” tandasnya.

AYO BACA : Potensi Melimpah Bekasi Utara yang Terbengkalai


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar