Yamaha Mio S

Satu Pelaku Pembakar Pemuda di Bekasi Berhasil Diamankan Polisi

  Minggu, 16 Juni 2019   Ananda M Firdaus
Para pelaku pengeroyokan Putra (18) yang tewas karena luka bakar di tubuhnya. (Ananda M Firdaus/ayobekasi.net)

BEKASI, AYOBEKASI.NET -- Polisi kembali mengamankan satu orang pelaku terduga pengeroyokan Putra (18) yang kemudian tewas karena luka bakar yang dialaminya setelah dikeroyok. Dia adalah MH (21) alias Dagol. Dagol diamankan oleh polisi pada Kamis (13/6/2019) oleh Polsek Jatiasih Polres Metro Bekasi Kota.

"Satu orang, betul. Jadi kemarin ditangkap hasil pengembangan, inisial MH alias Dagol," terang Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana, Sabtu (15/6/2019).

Eka menerangkan, Dagol sendiri dalam upaya pengeroyokan bersama rekan-rekannya bukanlah orang yang melakukan penyiraman bensin ke tubuh korban. Melainkan yang ikut memukuli tubuh korban sehingga terjatuh. 

Dengan ditangkapnya Dagol, Polres Metro Bekasi Kota sudah mengamankan lima orang pelaku pengeroyokan berikut pembakaran Putra.  "Dia ditangkap, jadi dari lima orang ini sudah kita amankan," tandas Eka. 

Diberitakan sebelumnya, sebelum Dagol tertangkap, empat orang yang diamankan yakni RAS (17), NS (24), TG (16), dan AP (22). Setelah Dagol ditahan artinya tinggal tiga orang lainnya yang masih dalam pengejaran polisi. 

Putra sendiri meninggal dunia setelah dua hari mendapat perawatan di Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta. Sementara kejadian tersebut terjadi pada 5 Juni 2019 sekitar pukul 03.30 WIB. 

Dijelaskan, peristiwa ini bermula saat korban tengah berboncengan bersama rekan-rekannya dengan tiga sepeda motor dari arah pertigaan Jalan Raya Kodau Jatiasih. 

Di jalan tersebut, kelompok korban kemudian berpapasan dengan para pelaku yang tengah berkumpul di pinggir jalan. Salah satu rekan korban kemudian meledek para pelaku dengan mengacungkan jari tengahnya dan membuat para pelaku marah. 

"Salah satu pelaku kemudian mengejar teman korban namun dia tancap gas. Sedangkan korban malah turun dan menantang para pelaku, sehingga korban langsung dikerumuni dan dipukul," terangnya. 

Korban yang kewalahan lalu mencoba lari dengan masuk ke dalam warung di sekitar jalan. Namun para pelaku berhasil menyeret korban keluar warung dan pengeroyokan terhadapnya berlanjut. 

Kemudian tiba-tiba pelaku inisial RAS mengambil bensin dari rak warung tersebut. Bensin itu disiramkan ke badan korban disusul sulutan api sehingga korban terbakar. 

"Sekitar 30 detik api yang membakar korban padam sehingga korban berhasil melarikan diri dari TKP dan para pelaku pergi meninggalkan lokasi dan pulang kerumah masing-masing," jelas Eka. 

Korban pun berhasil dilarikan ke rumah sakit atas pertolongan warga sekitar. Sementara para pelaku berhasil diamankan seiring laporan peristiwa tersebut. Para pelaku kemudian dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke 2e KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama dengan ancaman penjara minimal selama tujuh tahun.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar