Yamaha Mio S

Emil Sebut Menjabat di Bekasi Banyak Godaan, Pengamat: Harus Kuat Iman

  Minggu, 16 Juni 2019   Ananda M Firdaus
Pelantikan Eka Supria Atmaja sebagai Bupati Bekasi di sisa periode 2017-2022 di Gedung Sate Bandung, Rabu (12/6/2019). (Dok. Humas Setda Kabupaten Bekasi)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET -- Pengamat kebijakan publik dari Universitas Islam '45 Bekasi, Ali Anwar, mengatakan dengan banyaknya godaan maka integritas pejabat yang berperan sebagai bupati Bekasi harus dikedepankan.  Apalagi karena mereka yang dilantik diiringi ikrar di depan kitab suci, maka iman harus diteguhkan. 

"(Karena banyaknya godaan) imannya harus tangguh, betul itu," ujar Ali saat dihubungi, Minggu (16/6/2019). 

Ali menilai fenomena korupsi yang sempat ramai di tanah Bekasi pada abad 21 sekarang, hampir mirip dengan keadaan Bekasi pada abad 20. Saat itu Bekasi dikuasai oleh banyak tuan tanah. Para pejabat pun dibuatnya bertekuk lutut alias ditekan dalam membuat kebijakan. 

"Nah pemerintahnya dulu itu amat ditekan dengan tuan tanah, pejabat-pejabatnya juga begitu. Nah sekarang ada kecenderungan juga seperti itu, kenapa? Karena mungkin mereka tidak menjalankan aturan dengan benar," katanya. 

Hal itu terindikasi dari kasus suap proyek Meikarta. Meikarta yang banyak diperbincangkan terkendala masalah izin, namun pembangunannya tetap berjalan. Ali menilai itulah yang disebut pemerintahan tidak ada bedanya dengan masa lalu. 

"Sama juga dengan Meikarta, Meikarta ini menyalahi aturan, toh kenapa bisa keluar izin, berarti ada sesuatu. Sederhana sekali," ujarnya. 

Sebelumnya, Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan bahwa memegang jabatan di Bekasi penuh dengan godaan. Pasalnya dengan banyaknya proyek yang berjalan serta industri, pejabat berbuat tidak sesuai aturan bisa saja terjadi alih-alih mendapat untung. 

Hal seperti itu tercemin dari mantan bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin yang terjerat suap perizinan proyek Meikarta. Gubernur yang akrab disapa Emil itu pun meminta agar penggantinya dapat menghindari perbuatan serupa. 

"Nasihat saya ialah bahwa kekuasaan adalah ujian bukan rejeki. Kenapa disebut ujian karena harus dilalui dengan kehati-hatian dan tidak semuanya lulus dalam ujian," kata Emil itu usai melantik Eka Supria Atmaja sebagai Bupati Bekasi, Rabu (12/6/2019). 

Tiga Syarat Lulus Jadi Pejabat Bekasi 

Kepada Eka, Emil mengatakan terdapat tiga syarat untuk "lulus ujian" menjadi pejabat. Pertama yakni menjaga integritas dan jangan sampai kasus korupsi di Kabupaten Bekasi kembali terjadi. Terlebih proyek infrastruktur dan sektor industri di wilayah itu cukup banyak.

"Sehingga godaan dari pihak ketiga ini banyak sekali, maka kalau benteng integritasnya patah maka akan repot ya. Saya mendoakan sekali jangan sampai jatuh dua kali," kata dia.

Syarat kedua untuk "lulus ujian" ialah melayani rakyat, bukan justru dilayani rakyat karena sejumlah masalah seperti angka pengangguran masih tinggi. "Itu harus jadi perhatian dengan semangat melayani dari Pak Bupati yang baru," kata dia.

Syarat yang ketiga, kata Emil, ialah profesionalisme, terlebih perkembangan industri 4.0 akan banyak terjadi di Kabupaten Bekasi.  Selain itu, Emil juga mengamanatkan terkait pemilihan Wakil Bupati Bekasi agar dimusyawarahkan oleh pihak-pihak terkait di Kabupaten Bekasi.

"Mari kita tunjukkan sila ke-empat Pancasila bahwa sila ini jadi pegangan dari menentukan keputusan, termasuk masalah politik dan kekuasaan," ungkap dia.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar